Seks Bebas Gaya Hidup Manusia?

0
705
18.-say-no-to-freesex

Jika pun ada orang yang ingin mendebat, tanyakan saja apakah suka melihat orang makan dengan rakus di tempat umum? Walaupun itu makanan miliknya sendiri, orang tetap cenderung menghindarinya. Mengapa? Karena terlalu menuruti selera secara berlebihan sering tidak mampu mengendalikan diri, dan naluri mengatakan itu membahayakan.

Orang gila juga. Orang gila itu benar-benar tidak memiliki kendali atas dirinya. Jika tiba-tiba melempar batu ke orang-orang, itu termasuk hal yang lumrah. Namanya juga orang gila, selalu dihindari orang normal.

Penjelasan ilmiahnya, hubungan badan (seksual) menimbulkan mekanisme hormonal sejenis endorphin, yang mampu menenangkan otak, menghentikan sementara kerja berpikirnya. Maka, setelah selesai berhubungan badan, biasanya timbul rasa relaks dan mengantuk. Mekanisme ini menyebabkan kecanduan, sehingga manusia tetap memiliki keinginan untuk melakukannya lagi.

Bisa dikatakan, hubungan badan itu menghentikan sementara kerja otak. Jika otak tidak bekerja, berarti naluri saja yang bekerja. Sedangkan seks bebas jelas hanya untuk menuruti kecanduan tanpa tanggungjawab sehingga seperti serigala penuh nafsu yang akan melumat mangsanya ketika kesempatan itu muncul tanpa ada “gerak hati nurani” untuk menghentikan tindakannya. Maka tak heran jika semakin banyak terjadi pelecehan seksual, dan terbanyak di negara yang bergaya hidup bebas.

Dan seperti barang-barang candu lainnya, semakin dituruti semakin sulit mendapatkan rasa yang sama, karena syaraf sudah semakin kebal menerima endhorpin. Tidak heran bila kelakuan semakin mengundang bencana seperti selingkuh, hubungan sesama jenis, atau obat-obatan terlarang.

Mengapa harus ada tanggungjawab dalam hubungan seksual? Selain agar tidak terjadi bencana sosial, juga karena fitrah manusia. Manusia itu makhluk lemah dan payah ketika dilahirkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama