21 Februari 2016

Mengapa ada orang menolak sesuatu? Bisa jadi karena benci, karena tidak yakin, karena dendam, karena dengki, karena iri, serta karena-karena lainnya. Tapi, awalnya menolak bisa jadi akhirnya menerima, bisa berubah.

Yang tidak bisa berubah pastilah keras hati. Siapa yang biasanya keras hati? Orang-orang yang memiliki kedudukan, entah karena harta, entah karena kekuasaan, entah karena ditokohkan (kyai, pendeta, rahib, ustadz). Semakin keras hatinya apabila sudah terlanjur berucap, berikrar, atau sekedar menyatakan penolakan.

Kalau lisan dan tulis sudah berkibar, ego gengsi si pemilik kedudukan bermain, pantang balik ucap. Walau tahu mana kebenaran, kalap yang dijadikan pembenaran. Jika sudah begini, terkunci mati hati. Tak bisa diperbaiki.

Hati-hati dalam berucap. Mudahkan lidah akui salah.

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama