Menjalanai profesi dokter tidak hanya sekedar menjadi tempat pasien menceritakan penyakitnya, tak jarang dokter dipercaya pasiennya untuk dicurhati masalah pribadinya. Bagi dokter rahasia pasien memang hal yang tidak akan dibuka, meskipun di bawah ancaman, dan itu kami ikrarkan pada saat kami sumpah dokter. Misalpun kami bercerita maka tujuannya adalah untuk pendidikan dan tidak akan membuka identitas pasien.

Suatu pagi di hari libur datang ke praktek pribadiku seorang wanita muda yang kelihatan panik. Dia datang tidak pada saat jam praktek, kebetulan pintu rumah tidak saya tutup.

“ Bu dokter, saya hendak konsultasi boleh ?” hibanya padaku.

“konsultasi apa?” tanyaku

Dia kupersilakan duduk di ruang praktekku, rupanya dia masih mahasiswa semester awal, raut mukanya tampak galau dan cemas, lalu dia menceritakan bahwa pacarnya kemarin menelfonnya dan menuduhnya telah melakukan hubungan intim dengan lelaki lain.

Saya mengerutkan dahi sambil miris dalam hati mendengar perilaku dua anak muda ini yang mungkin mewakili representasi gaya hidup anak muda jaman sekarang. Betapa tidak miris, bukan pasangan suami istri hanya pacar namun konfliknya sudah pada konflik perselingkuhan yang berkaitan dengan kehidupan seksual.

“kok bisa pacarmu sampai menuduh begitu?” tanyaku serius

1
2
3
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama