HIV/AIDS Hukuman dan Peringatan untuk Umat Manusia

0
431
images
Virus HIV

HIV/AIDS, penyakit yang konon belum ditemukan obatnya, hanya bisa ditularkan melalui kontak fisik antar individu. Bukan kontak fisik biasa seperti bersentuhan, melainkan kontak intens seperti transfusi darah, penggunaan alat suntik bergantian dan hubungan seksual.

Setiap penderita HIV tidak merasakan telah tertular sampai kemudian virus HIV aktif. Ketika sudah aktif, virus akan menyerang kekebalan tubuh sehingga si penderita akan mudah terserang penyakit yang membawa kematian.

Walaupun belum aktif, penderita HIV tetap bisa menularkannya ke orang lain. Oleh karenanya, HIV mewabah tanpa terdeteksi.

Cara penyebaran HIV melalui kontak langsung yang intens ini sebenarnya mempermudah melokalisir daerah dan komunitas beresiko tinggi seperti lokalisasi dan daerah rawan narkoba. Namun, sekaligus menegaskan pandangan masyarakat sebagai penyakit tabu. Apalagi, resiko tertinggi ada pada pelaku homoseks.

Dalam Islam, homoseks adalah perilaku menyimpang sekaligus merusak, serta tidak sesuai dengan fitrah manusia. Bahkan, dihukum langsung dengan bencana dahsyat, ketika sudah tidak mau lagi mendengarkan nasehat Nabi Luth.

Bisa jadi, HIV/AIDS adalah hukuman yang diturunkan bagi para pelaku seks menyimpang itu. Memang ada penderita yang tidak pernah berbuat keji namun tetap tertular, entah karena transfusi darah, atau anak yang dilahirkan oleh ibu penderita HIV. Itu karena adzab Allah tetap menimpa suatu wilayah tanpa pilih-pilih siapapun di dalamnya.

Sebagai manusia yang tetap menjaga fitrah, tentu mampu memahami fenomena tersebut sebagai peringatan bahwa benar-benar merugilah orang-orang yang meninggalkan fitrah yang Allah menciptakan sesuai fitrah itu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama