
Tingkat 4
Hoax pencari like. Tidak ada maksud si pembuat hoax kecuali hanya popularitas. Tak ada dampak politis terhadap hoax seperti ini. Misalnya, menyebarkan gambar seorang bayi yang terkena penyakit tumor dengan identitas yang diganti dan minta doa, share dan like dari followernya. Atau sekedar mencari sensasi agar viral di dunia media sosial.
Tingkat bahaya hoax semacam ini berada di atas tingkat 5. Karena tujuannya popularitas, pastilah didesain agar tersebar. Bisa dikatakan, hoax semacam ini membawa orang lain ikut menyebarkan hoax juga.
Bisa jadi, hoax ini menjadi bumerang bagi si pembuatnya karena tuntutan hukum dari orang lain, atau kehilangan kredibilitasnya. Tidak hanya itu, yang ikut menyebarluaskannya pun terkena dampaknya.
