Penyakit diabetes melitus dari waktu ke waktu jumlah penderitanya semakin bertambah. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan tapi bisa dikendalikan.

Terdiagnosa diabetes melitus bukanlah akhir segalanya. Tetaplah semangat menikmati hidup karena penderita penyakit ini angka harapan hidupnya tidak jauh berbeda dengan bukan penderita diabetes asal kadar gula darahnya dikendalikan dibawah 200 mg/dl.

Berikut beberapa saran bagi pengidap diabetes melitus.

1Terimalah diri anda apa adanya

Banyak pengidap diabetes melitus yang secara tidak langsung mengingkari bahwa dirinya adalah pengidap penyakit tersebut, bentuk pengingkarannya berupa cuek dengan kondisi dirinya karena penderita tidak merasakan gejala apapun, akibatnya kadar gula darahnya tidak terkontrol sehingga datang lagi ke dokter sudah dalam kondisi komplikasi.

Sebaliknya ada juga penderita diabetes melitus yang sangat sedih dan khawatir dengan penyakitnya sehingga dia selalu merasa sakit, sangat membatasi aktifitas diri, bahkan ada yang sampai keluar dari pekerjaan sehingga akhirnya menjadi beban bagi keluarga.

Cara terbaik adalah terimalah diri anda apa adanya, hadapi kenyataan bahwa anda adalah penderita diebetes melitus, tanyakan pada pihak yang kompeten (dokter) tentang cara menghadapi penyakit tersebut lalu ikuti sarannya. Jangan bertanya pada pihak yang tidak kompeten, karena bisa jadi anda akan mendapatkan informasi yang tidak akurat, misal harus makan nasi yang dimasak kemarin, harus makan kentang dll. Bila mendapat informasi tentang diabetes melitus dari internet maka konfirmasikan kebenaran informasi tersebut kepada dokter anda.

2Pola makan yang benar

Pada penderita diabetes melitus harus menghindari makanan dan minuman manis yang unsur manisnya tersebut berasal dari gula jawa, gula merah maupun gula batu. Manis yang berasal dari buah boleh dimakan asal dalam porsi yang wajar. Sedangkan untuk pola makan yang lain tidak jauh berbeda dengan bukan penederita diabetes melitus. Baik penderita diabetes melitus maupun bukan idealnya harus makan dengan pola makan seimbang, ada unsur karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral lainnya dengan mengikuti pyramida makanan. Sumber karbohidrat bisa berasal dari nasi, roti tawar , kentang dan lainnya kecuali gula jangan dikonsumsi. Bila ingin minuman dan makanan manis bahan pemanisnya bisa diganti dengan gula jagung.

3Cek kadar gula darah dan kontrol rutin

Cek kadar gula darah rutin bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini kadar gula darah. Bagi dokter data kadar gula darah ini berfungsi untuk menentukan dosis dan pilihan obat yang akan diberikan, juga untuk mengevaluasi pengobatan sebelumnya apabila pernah diobati.

Ada 3 macam cek kadar gula darah yaitu gula darah sewaktu, gula darah puasa dan gula darah 2 jam sesudah makan. Tiga-tiganya bisa digunakan, percayakan kepada dokter anda untuk memilih cek kadar gula darah yang mana.

Meskipun anda penderita diabetes melitus kadar gula darah sebaiknya kurang dari 200 mg/dl (untuk gula darah sewaktu maupun 2 jam setelah makan). Sedang untuk kadar gula darah puasa sebaiknya dibawah 140 mg/dl. Apabila kontrol dokter rutin sebulan sekali dokter akan mengusahakan agar kadar gula darah tersebut bisa tercapai.

4Minum obat rutin sesuai petunjuk dokter

Banyak kesalahpahaman bahwa obat penurun gula hanya diminum pada waktu gula darah tinggi, bila sudah turun maka obat dihentikan. Pemahaman seperti ini perlu diluruskan.

Apabila setelah minum obat beberapa waktu kemudian kadar gula darah menurun bahkan normal bukan berarti bahwa penderita sudah sembuh. Kondisi seperti ini disebut kadar gula darah terkontrol baik bukan sembuh. Bila pasien memutuskan untuk menghentikan minum obat maka gula darah akan naik lagi, sebab obat penurun gula pada penderita diabetes hanya berfungsi menurunkan kadar gula bukan untuk menyembuhkan.

Suntikan insulin digunakan saat kondisi kadar gula darah sangat tinggi atau pada penderita diabetes melitus yang tidak bisa turun dengan hanya minum obat. Janganlah anda tergiur oleh pengobatan alternatif yang menjanjikan diabetes melitus bisa sembuh.

Minum obat penurun gula darah secara rutin dan berlangsung lama tidak membahayakan tubuh asal dibawah pengawasan dokter. Justru akan sangat bahaya bila penderita tidak rutin minum obat yang akan mengakibatkan banyak komplikasi. Komplikasi yang bisa terjadi pada penderita diabetes melitus akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

EDITOR: Iwan S

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA TERBARU

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...

KANAL WARGA TERBARU

Untitled

Utopia Share Syndrome

Hadirnya media sosial di tengah kerasnya kehidupan telah melahirkan "penyakit" baru yang bolehlah saya sebut dengan istilah "Share Syndrome". Sederhananya, Share Syndrome adalah semacam...

Max Havelaar dan AMDK Ummat

Dowwes Dekker adalah salah satu pencabut tonggak kejam kolonialisme di bumi Nusantara. Ia menjadi amtenaar saat Gubernur Jenderal Johannes van den Bosch memaksa penduduk...
Diky Supratman

Tiga Tahun Bocah Ini Berjuang Dengan Penyakitnya

Kotawaringin Barat - Diky Supratman (16) anak dari pasangan Mustofa dan Marni jl. Ahamd Yani gg. Baning RT 29 Kelurahan Baru Arut Selatan Kotawaringin...