Penelitian Oxford: Sering Ejakulasi Termasuk Masturbasi Bikin Sperma Pria Lebih Sehat & Subur!

SERUJI.CO.ID – Penelitian Oxford tentang kualitas sperma yang terbaru mengungkap fakta yang mengagetkan: ejakulasi rutin, baik saat berhubungan seks maupun masturbasi, dapat meningkatkan kualitas sperma pria dengan mengurangi kerusakan DNA dan stres oksidatif.

Studi dari Department of Biology Universitas Oxford ini menunjukkan bahwa sperma yang disimpan lama di tubuh justru “menua” dan rusak, sehingga sering ejakulasi, menjadi cara alami untuk mendapatkan sperma yang lebih segar dan berkualitas tinggi.

Inti Temuan Penelitian Oxford Kualitas Sperma

Tim peneliti yang dipimpin Krish Sanghvi, Rebecca Dean, dan Irem Sepil melakukan meta-analisis dari 115 studi manusia (melibatkan hampir 55.000 pria) dan 56 studi hewan. Kesimpulannya: proses yang disebut post-meiotic sperm senescence membuat sperma yang lama disimpan mengalami penurunan motilitas, viabilitas, dan peningkatan kerusakan DNA.

“Sperma yang disimpan lama cepat rusak karena sulit memperbaiki diri. Ejakulasi lebih sering, baik melalui seks maupun masturbasi, menghasilkan sperma yang lebih baik.” — Tim peneliti Oxford

Mengapa Ejakulasi Sering (Termasuk Masturbasi) Lebih Baik?

Abstinensi lama menyebabkan sperma “tua” menumpuk dan rusak. Sebaliknya, ejakulasi rutin — termasuk masturbasi — membersihkan sperma rusak dan menggantinya dengan yang baru. Penelitian ini menegaskan bahwa frekuensi ejakulasi yang lebih tinggi berkorelasi dengan kualitas sperma yang lebih unggul.

Dampak untuk Kesuburan Pria dan IVF

Temuan ini mempertanyakan rekomendasi WHO soal abstinensi 2–7 hari sebelum tes sperma atau pengambilan sampel IVF. Ejakulasi dalam waktu singkat (kurang dari 48 jam) sebelum sampel justru bisa meningkatkan peluang keberhasilan IVF.

Rekomendasi Praktis

Bagi pria yang sedang program kesuburan, ejakulasi rutin (termasuk masturbasi) bisa menjadi strategi sederhana. Namun, konsultasikan dengan dokter andrologi atau spesialis fertilitas untuk menentukan frekuensi yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing.

Sperma DNA Fragmented.

Sumber Resmi:

Artikel ini berdasarkan penelitian resmi Universitas Oxford 2026. Bukan pengganti nasihat medis profesional.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER