close

Khasiat Buah Ciplukan, Dulu Diabaikan Sekarang Harganya Mahal

Buah yang dulu diabaikan dan dianggap gulma ini, sekarang justru dibudidayakan dan mempunyai nilai tinggi.

SERUJI.CO.ID – Pernah dengar buah ciplukan? Mungkin bagi anda generasi milenial, nama buah ciplukan cukup asing didengar. Namun bagi generasi tahun 70 – 80 an, buah ini tidak asing.

Buah yang diselubungi daun seperti tempurung ini dulu sering ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan. Tak heran, buah ini dulu sangat mudah didapatkan namun keberadaannya diabaikan begitu saja.

Tumbuhan yang dianggap gulma ini punya banyak sebutan khas dari masing-masing daerah. Di Jawa Barat, buah ini dikenal dengan sebutan cecendet. Sedangkan di Bali, orang mengenalnya dengan sebutan buah keceplokan. Di Minahasa buah ini dinamakan leletokan.

 

Apapun namanya, buah yang dulu diabaikan, kini memiliki harga jual cukup tinggi. Tak main-main, bisa mencapai Rp 250 hingga 500 ribu per kilogramnya. Tak heran jika dijual sangat mahal, karena manfaat buah ciplukan pun juga tidak main-main.

Ekstrak buah ciplukan bisa mematikan sel kanker payudara. Buah yang cocok tumbuh di iklim tropis ini, juga biasa dijadikan jus untuk membersihkan darah, obat rematik dan juga bisa menyembuhkan penyakit diabetes dan hepatitis.

Sama seperti pohon kelapa, semua bagian yang ada pada buah cipluk ini memiliki manfaat untuk kesehatan. Dari buah, daun hingga akarnya pun berkhasiat menyembuhkan penyakit.

Penelitian dari Cancer Chemoprevention Research Center, Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menyimpulkan, akar ciplukan berkhasiat sebagai obat cacing untuk menurunkan demam.

Sedangkan daunnya bisa dimanfaatkan untuk pengobatan patah tulang, busung air, borok, bisul, keseleo hingga nyeri perut.

Jadi, untuk menjaga kesehatan jangka panjang, tak ada salahnya banyak mengonsumsi buah ini. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERPOPULER

TERBARU

Penelitian: Tinggal Bersama Mertua, Wanita Tiga Kali Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung

Ternyata, berdasarkan penelitian tersebut, hidup dengan ibu mertua benar-benar dapat berakibat buruk bagi kesehatan wanita.

Tas Kulit Kayu Koja dan Kain Tenun Warga Baduy Disukai Turis Eropa

Tas rajutan tangan warga Baduy yang terbuat dari kulit kayu serta kain tenun asli warga Baduy Dalam ternyata disukai warga Eropa dan relatif mahal harganya.

Promosikan Pariwisata, Bus Wonderful Indonesia Beroperasi di Berlin Selama ITB 2019

Perkenalkan pariwisata Indonesia di ITB 2019, Kemenpar membranding bus-bus di Berlin dengan Wonderful Indonesia

Jalan Jalan ke Rangkasbitung, Jangan Lupa Museum Multatuli

RANGKASBITUNG, SERUJI.CO.ID - Sejuk nyaman dan aman. Begitulah suasana umum kota Rangkasbitung saat ini. Ibukota Kabupaten Lebak di Provinsi Banten ini letaknya tidak jauh...

Kasih Sayang Yang Menyembuhkan

Kasih sayang adalah sebuah kekuatan penyembuhan. Inilah diantaranya

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya