Cegukan, Awal Pertanda Masalah Lambung

Cegukan berkaitan dengan kondisi kesehatan. Bukan sekedar mitos.

SERUJI.CO.ID – Cegukan masih dianggap normal di Indonesia. Bahkan tak sedikit mitos yang muncul. Salah satunya adalah cegukan dianggap sebagai pertanda anak akan bertambah tinggi dan besar.

Padahal itu tak ada kaitannya. Memang cegukan bisa menjadi hal umum yang wajar, akibat adanya rangsangan saraf di bawah paru. Namun menjadi tidak wajar apabila cegukan berlangsung lama dan berlangsung berulang-ulang.

Kondisi ini bisa ada hubungannya dengan Gastro-Oesophageal Reflux Disease (GERD), atau istilah awamnya adalah asam lambung. Penyakit ini ditandai dengan adanya kelemahan otot di kerongkongan bagian bawah, sehingga membuat asam lambung naik ke kerongkongan dan mulut.

BACA JUGA:  Ini Cara Untuk Mencegah Aterosklerosis Agar Jantung Selalu Sehat
 

Selain itu, kondisi cegukan yang terus menerus tak berhenti, biasanya juga diderita oleh pasien kanker yang menjalani perawatan kemoterapi. Waspada juga apabila cegukan yang anda rasakan tidak segera berhenti.

Pertanda lain yang muncul adalah cegukan dengan durasi waktu cukup lama dan sering, adalah awal gejala stroke, adanya kerusakan pada sistem saraf otak, seperti cedera, tumor atau radang otak.

Sebaiknya jangan ragu untuk mengonsultasikan hal tersebut ke dokter terdekat. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERPOPULER

TERBARU

Suka Gunakan Panggilan Mesra ke Teman Kerja? Waspada, Bisa Jadi Awal Perselingkuhan

Awalnya hanya memanggil 'cin', 'beb', 'say,.... lama-lama terjadi perselingkuhan kering seperti curhat. Akhirnya......

Mao Tse-Tung Dikubur oleh Generasi Ali Baba (Berakhirnya Komunisme di Cina?)

Data di tahun 2019 memberikan petunjuk. Komunisme Cina sebagaimana yang dulu kita kenal segera berakhir. Berangsur Cina beralih menjadi negara kapitalisme dengan karakteristik yang berbeda. Ialah kapitalisme negara. Atau Kapitalisme minus demokrasi.

Pedagang Buku Itu Menjadi Manusia Terkaya dalam Sejarah Modern

Data di tahun 2018 menunjuk itu. Dari 807 milyar dollar penjualan buku di AS, sebanyak 42 persen membeli dari Amazon. Ribuan toko buku lain, online dan offline kebagian hanya 58 persen. Bahkan untuk pembelian e-book, dari 560 milyar dollar, 89 persen berasal dari Amazon.

Resmi Bercerai, Janda Pendiri Amazon Jadi Triliuner dengan Gono-Gini Senilai Rp540 Triliun

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - MacKenzie Besoz masuk dalam jajaran orang super kaya di dunia dengan kekayaan triliunan rupiah, setelah perceraiannya dengan pendiri Amazon, Jeff Besoz...

Whatsapp Hentikan Dukungan Pada Beberapa OS, Simak Apakah Termasuk Milik Anda

WhatsApp mengumumkan akan menghentikan dukungan mereka untuk beberapa sistem operasi lama mulai Februari 2020, sehingga sejumlah fitur secara bertahap tidak bisa diakses lagi.

Samuel Wattimena: Kain Tenun Khas Bima Disukai Turis Mancanegara

Desainer yang pernah bersama wartawan SERUJI dipercaya jadi juri Festival Film Usmar Ismail di Jakarta ini menuturkan bahwa Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta ia terus mempromosikan tenun Bima.