Awas, Makanan Terlalu Pedas Bisa Melukai Anda

Makanan pedas kini banyak digemari. Bahkan pebisnis kulliner tak segan membuat tingkat kepedasan pada menu yang ditawarkan.

SERUJI.CO.ID – Entah semenjak kapan, kuliner citra rasa pedas mulai banyak digandrungi kaum milenial. Para penggiat bisnis kuliner pun tak henti-hentinya berinovasi menciptakan menu dengan level kepedasan tertentu.

Tahukah anda, sebenarnya pedas bukanlah rasa yang muncul akibat konsumsi cabai terlalu banyak. Melainkan pedas adalah sensasi, yang muncul karena zat kimia bernama capcaisin.

Sensasi ini tidak terlalu menimbulkan masalah apabila dikonsumsi dalam kadar yang tepat. Namun jika terlalu banyak, akan menjadi bumerang dan menimbulkan masalah baru bagi tubuh.

 

Munculnya rasa mulas dan nyeri, adalah gejala awal yang timbul karena sensasi ini. Makanan pedas dapat memicu naiknya asam lambung, akibatnya dinding lambung menjadi iritasi.

BACA JUGA:  Deretan Fakta Seputar Kesehatan Mata

Pergerakan di usus juga semakin cepat dan menyebabkan terjadinya diare. Makanan pedas yang berada di usus besar, memiliki efek iritasi pada usus. Jika sudah berurusan dengan perut, dampak jangka panjang dari seringnya mengonsumsi makanan pedas adalah lambung yang terluka.

Makanan pedas juga bisa memicu insomnia. Ini karena suhu tubuh yang meningkat saat makan pedas. Penelitian menyebutkan, makanan pedas dapat mengaktifkan hormon kimia yang membuat anda terjaga saat malam. (Nia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERPOPULER

TERBARU

Suka Gunakan Panggilan Mesra ke Teman Kerja? Waspada, Bisa Jadi Awal Perselingkuhan

Awalnya hanya memanggil 'cin', 'beb', 'say,.... lama-lama terjadi perselingkuhan kering seperti curhat. Akhirnya......

Mao Tse-Tung Dikubur oleh Generasi Ali Baba (Berakhirnya Komunisme di Cina?)

Data di tahun 2019 memberikan petunjuk. Komunisme Cina sebagaimana yang dulu kita kenal segera berakhir. Berangsur Cina beralih menjadi negara kapitalisme dengan karakteristik yang berbeda. Ialah kapitalisme negara. Atau Kapitalisme minus demokrasi.

Pedagang Buku Itu Menjadi Manusia Terkaya dalam Sejarah Modern

Data di tahun 2018 menunjuk itu. Dari 807 milyar dollar penjualan buku di AS, sebanyak 42 persen membeli dari Amazon. Ribuan toko buku lain, online dan offline kebagian hanya 58 persen. Bahkan untuk pembelian e-book, dari 560 milyar dollar, 89 persen berasal dari Amazon.

Resmi Bercerai, Janda Pendiri Amazon Jadi Triliuner dengan Gono-Gini Senilai Rp540 Triliun

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - MacKenzie Besoz masuk dalam jajaran orang super kaya di dunia dengan kekayaan triliunan rupiah, setelah perceraiannya dengan pendiri Amazon, Jeff Besoz...

Whatsapp Hentikan Dukungan Pada Beberapa OS, Simak Apakah Termasuk Milik Anda

WhatsApp mengumumkan akan menghentikan dukungan mereka untuk beberapa sistem operasi lama mulai Februari 2020, sehingga sejumlah fitur secara bertahap tidak bisa diakses lagi.

Samuel Wattimena: Kain Tenun Khas Bima Disukai Turis Mancanegara

Desainer yang pernah bersama wartawan SERUJI dipercaya jadi juri Festival Film Usmar Ismail di Jakarta ini menuturkan bahwa Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta ia terus mempromosikan tenun Bima.