JAKARTA, SERUJI.CO.ID– Pasar saham Indonesia diserbu gelombang dahsyat dana asing! Pada perdagangan Selasa (13/1), investor global mencatatkan aksi beli bersih (net buy) jumbo senilai Rp 1,99 triliun di seluruh pasar—angka fantastis yang menandai kepercayaan luar biasa terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Lebih dari sekadar angka, aksi borong asing ini menciptakan winner spektakuler di bursa. Tiga saham menjadi primadona yang diperebutkan: INCO, ASII, dan MBMA—dengan yang terakhir mencuri perhatian karena melesat gila-gilaan hingga 19,23% dalam satu hari!
🥇 TOP 3 SAHAM INCARAN ASING: The Big Winners
1. INCO (PT Vale Indonesia Tbk) – Raja Nikel Disayang Asing
Net Buy Asing: Rp 274,87 Miliar 🏆
PT Vale Indonesia, raksasa tambang nikel yang merupakan afiliasi dari perusahaan Brasil Vale SA, kembali menjadi target empuk investor asing. Posisinya sebagai salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia membuat saham ini menjadi magnet dana global, terutama di tengah narasi besar transisi energi dan baterai kendaraan listrik.
Mengapa INCO Diburu?
- Fundamental Kuat: Vale Indonesia adalah produsen nikel kelas dunia dengan cadangan besar dan teknologi produksi modern
- Sentimen Pemangkasan Produksi: Rencana pemerintah Indonesia untuk memangkas produksi nikel guna menjaga stabilitas harga global menjadi katalis positif
- Harga Nikel Global Menguat: Harga nikel dunia melonjak 3,21% ke level 17.506,62, memberikan margin profit lebih besar untuk produsen
- Outlook Demand Kuat: Permintaan nikel untuk baterai EV diprediksi terus meningkat hingga 2030
Performa Hari Ini (Selasa, 13/1): Meski data spesifik harga penutupan tidak disebutkan, volume pembelian asing yang masif mengindikasikan kepercayaan kuat terhadap prospek jangka panjang INCO.
Target Price: Analis proyeksikan INCO bisa menguat lebih lanjut jika harga nikel global bertahan di atas USD 17.000/ton.
2. ASII (PT Astra International Tbk) – Konglomerat Andalan
Net Buy Asing: Rp 229,37 Miliar 🥈
Astra International, konglomerat terbesar Indonesia dengan bisnis di otomotif, pertambangan, agribisnis, hingga infrastruktur, menjadi pilihan safe haven bagi investor asing yang mencari eksposur ke ekonomi domestik.
Mengapa ASII Diburu?
- Diversifikasi Bisnis: Portofolio bisnis yang beragam memberikan stabilitas pendapatan
- Pemulihan Sektor Otomotif: Penjualan mobil dan motor mulai pulih dengan adanya berbagai stimulus pemerintah
- Dividen Yield Menarik: Astra dikenal sebagai dividend aristocrat dengan yield menarik
- Blue Chip Premium: Saham defensif yang selalu masuk radar institusi besar
Portofolio Bisnis Unggulan:
- Otomotif (Toyota, Daihatsu, Honda, Isuzu)
- Pertambangan (United Tractors)
- Agribisnis (Astra Agro Lestari)
- Infrastruktur & Logistik
- Jasa Keuangan (ACC, Astra Life)
Katalis Mendatang: Kebijakan pemerintah terkait perpanjangan insentif PPN 0% untuk mobil baru dan program biodiesel B40 diprediksi akan memberikan dampak positif bagi unit bisnis Astra.
Target Price: Secara konsensus analis, target harga ASII berkisar di Rp 5.200-5.500 untuk 12 bulan ke depan.
