MENU

🚀 GILA! IHSG Pecahkan Rekor Lagi, Tembus 9.046 – Investor Cuan Melimpah!

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bursa saham Indonesia kembali membuat sejarah baru! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat fantastis di level 9.046,00 pada perdagangan Rabu (14/1/2026), mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) untuk kesekian kalinya di awal tahun 2026 ini. Ini adalah pencapaian bersejarah yang menempatkan bursa Indonesia di posisi gemilang di kawasan regional.

Lonjakan Dramatis Sejak Pembukaan

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG sudah langsung tancap gas. Indeks komposit dibuka menguat 58,75 poin atau 0,66 persen ke level 9.007,05 dari penutupan sebelumnya di 8.948,30. Tak lama setelah bel dibuka, IHSG bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi di 9.038,80.

Pada sesi pertama, IHSG ditutup melonjak 0,89 persen ke posisi 9.028,21, dan momentum positif ini terus berlanjut hingga penutupan sesi kedua yang akhirnya parkir di level rekor 9.046,00. Penguatan hari ini mencapai 97,70 poin atau setara 1,09 persen dari penutupan sebelumnya – sebuah kenaikan yang sangat impresif!

Asing Serbu Pasar Modal Indonesia

Salah satu pendorong utama kenaikan spektakuler IHSG adalah aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai angka fantastis Rp1,99 triliun pada perdagangan sebelumnya. Ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor global terhadap pasar modal Indonesia.

Saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi incaran asing meliputi sektor perbankan dan nikel, di antaranya INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.

Tiga Sentimen Kunci Pendorong Rally

Para analis pasar mengidentifikasi tiga faktor utama yang mengangkat IHSG ke rekor baru:

1. Sentimen Biodiesel B40 Kepastian pemerintah untuk merealisasikan program mandatori biodiesel B40 tahun ini memberikan angin segar bagi emiten sektor perkeburan dan energi terbarukan.

2. Lonjakan Sektor Nikel Rencana pemangkasan produksi nikel Indonesia guna menjaga stabilitas harga global telah mendorong saham-saham seperti INCO, MBMA, dan MDKA menjadi motor penggerak indeks.

3. Data Inflasi AS yang Positif Inflasi Amerika Serikat sebagian besar memenuhi ekspektasi, dengan inflasi inti bulanan sebesar 0,2 persen, di bawah perkiraan 0,3 persen. Ini memperkuat pandangan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan tidak berubah.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER