WASHINGTON, SERUJI.CO.ID — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengirimkan serangan paling mengejutkan ke arah mantan bosnya sendiri pada Jumat, 20 Februari 2026. Tepat di hari Mahkamah Agung AS (Supreme Court) memvonis kebijakan tarif impor Presiden Donald Trump sebagai ilegal, Pence — yang dulu berdiri di samping Trump selama empat tahun masa jabatan pertama — tampil di depan publik merayakan kekalahan itu sebagai sebuah kemenangan besar bagi rakyat Amerika dan demokrasi konstitusional.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui akun Twitter/X pribadinya dan langsung menjadi viral, memantik gelombang reaksi dari berbagai penjuru spektrum politik Amerika.
“Dalam kasus Learning Resources, Inc. v. Trump, Mahkamah Agung kita telah menegaskan kembali bahwa Konstitusi memberikan kewenangan kepada Kongres — bukan Presiden — untuk memungut pajak. Keluarga Amerika dan bisnis Amerika yang membayar tarif Amerika — bukan negara-negara asing. Dengan keputusan ini, keluarga dan bisnis Amerika dapat bernafas lega.”
— Mike Pence, Mantan Wakil Presiden AS, melalui Twitter/X, 20 Februari 2026
Pernyataan Lengkap: Pence Sebut Ini “Kemenangan bagi Rakyat Amerika”
Dalam unggahan Twitter/X yang kini telah dibagikan jutaan kali, Pence menyambut putusan 6-3 Mahkamah Agung dengan suka cita yang tak disembunyikan. Ia menyebut putusan itu sebagai “kemenangan bagi Rakyat Amerika dan kemenangan bagi Pemisahan Kekuasaan yang diabadikan dalam Konstitusi Amerika Serikat.”
Pence kemudian menyinggung peran organisasinya — American Freedom — dalam proses hukum ini. Ia mengungkapkan bahwa lembaganya secara aktif terlibat dalam kasus tersebut melalui pengajuan amicus curiae brief (pendapat hukum pihak ketiga) yang mendukung pembatalan tarif.
Today’s 6-3 ruling by the Supreme Court is a Victory for the American People and a Win for the Separation of Powers enshrined in the Constitution of the United States.
In Learning Resources, Inc. v. Trump, our Supreme Court has reaffirmed that the Constitution grants Congress -…
— Mike Pence (@Mike_Pence) February 20, 2026
