Agama Itu Nasihat Bagi Para Pemimpin

0
69

Sy. Abu Hurairah RA mengemukakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama (Islam) adalah nasihat.” Pernyataan tersebut beliau SAW ulangi sampai tiga kali.

“Bagi siapa, wahai Rasulullah?” tanya shahabat.

“Nasihat bagi pemimpin kaum muslimin dan juga kaum awam di kalangan mereka,” jawab Rasulullah SAW. (HR. At-Tirmidzi, menurutnya adalah hadits ini Hasan Shahih).

Jadi jelaslahlah, bagi para pemimpin umat Islam wajib, maka wajib menjadikan ajaran syariat sebagai rujukan pegangan hidup dalam segala hal. Termasuk untuk mengatur segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan pribadinya, kehidupan berkeluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Merujuk kepada syariat Islam haruslah menjadi prioritas utama bagi seorang pemimpin muslim dalam menata kehidupan bermasyarakat, mulai dari lingkungan terkecil, dalam rumah tangganya, atau kampung dimana ia tinggal, atau lingkungan kota, maupun lingkungan propensi, bahkan dalam menjalani hidup bernegara sekalipun.

Karena setiap pemimpin itu pasti akan ditanya oleh Allah dan dimintai pertanggungjawaban tentang kemashlahatan agama para pengikut/rakyatnya. Contohnya, apakah para pengikut/rakyatnya itu telah melaksanakan kewajiban shalatnya, kewajiban zakatnya, kewajiban puasanya, kewajiban hajinya, serta kewajiban pelaksanakan syariat Islam lainnya termasuk dalam dunia hukum pidana.

Jika semua pengikut/rakyatnya itu sudah diajari, diajak dan dibimbing untuk mengamalkan kewajiban bersyariat, maka amanlah sang pemimpin itu dari ancaman siksa Allah. Namun jika belum pernah melakukan kewajibannya sebagai pemimpin muslim terhadap para pengikut/rakyatnya itu, maka ancaman siksa dari Allah sudah menunggu sang pemimpin itu dengan setia.

Sy. Tamim Addari RA menerangkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Agama itu keilkhlasan.”

Para shahabat bertanya, “Ikhlas kepada siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau SAW bersabda, “Ikhlas kepada Allah, kepada Rasul-Nya, kepada pemimpin orang muslim dan kepada orang muslim itu.” (HR. Muslim).

Umat Islam yang telah diajak, diajari dan dibimbing oleh para pemimpin muslim taat syariat, maka wajib hukumnya untuk mengikuti ajakan para pemimpin muslim tersebut. Ketaatan kepada para pemimpin muslim dalam pelaksana syariat ini, adalah suatu keharusan bagi setiap umat Islam dari kalangan awwam, karena kelak semua gerak-gerik mereka akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT.

Jika sudah adanya keterikatan antara para pemimpin muslim dengan para pengikut/rakyatnya yang selalu bersama-sama membingkai kehidupan mereka sehari-hari dengan standart syariat, maka akan terjadi kehidupan berjamaah secara sempurna di kalangan umat Islam.

Persatuan umat Islam di suatu masa dalam kehidupan umat manusia secara makro, jika mereka melaksanakan ajaran syariat Islam secara sempurna, maka masa-masa itu tentu akan menjadi masa keemasan umat Islam, karena pertologan Allah akan selalu datang kepada mereka dan turun silih berganti.

Sebaliknya, jika para pemimpin muslim dan para pengikut/rakyatnya sudah menjauhkan diri dari ajaran syariat Islam sebagai ketentuan dari Allah, maka keterpurukan demi keterpurukan akan dialami oleh umat Islam, karena pertolongan Allah itu akan semakin jauh pula dari kehidupan mereka.

Di antara penyebab terjadinya keterpurukan umat Islam adalah apa yang diterangkan oleh Rasululah SAW sebagaiman yang  tertera dalam riwayat Sy. Ibnu Abbas RA, beliau memberitahukan, bahwa Nabi Muhammad SAW berasbda, “Tiga perkara yang akan melenyapkan agama (kebaikan), yaitu adanya orang alim yang durhaka, adanya pemimpin (imam) yang dhalim, dan adanya mujtahid yang bodoh.” (HR. Ad-Dailami).

 

*) KH. Luthfi Bashori, Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang, yang juga Alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki di Makkah Al Mukarramah. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rais Syuriah MWC NU Singosari Malang merangkap sebagai Aktifis Komisi Hukum & Fatwa MUI Kab. Malang.

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

Kapal terbakar

Belasan Nelayan Jabar Alami Musibah di Lombok

MATARAM, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 16 nelayan asal Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami musibah kebakaran kapal di perairan utara Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara,...
Imunisasi

Kemenkes Imunisasi Difteri Serentak di Tiga Provinsi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Kesehatan akan melakukan imunisasi difteri serentak pada tiga provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada Senin (11/12) untuk...
Imunisasi

Menkes dan Anies Sosialisasi ORI Cegah Difteri

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Menteri Kesehatan, Nila Moeloek dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melakukan sosialisasi program penanggulangan penyakit difteri bernama "Outbreak Response Immunization" (ORI) secara...
Limbah medis

Limbah Medis Dibuang Sembarangan, KLHK Segel TPS di Cirebon

CIREBON, SERUJI.CO.ID - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyegel Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang berisikan limbah medis untuk mencari barang bukti yang dibutuhkan. "Saat...
Skybike di Taman Singha Merjosari

Pemkot Malang Optimalkan CSR Percantik Taman-Pedestrian

MALANG, SERUJI.CO.ID - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang, Jawa Timur mengoptimalkan dana yang digelontorkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)...
Pondok Pesantren Tebuireng

Santri Tebuireng Jombang Juara Debat Konstitusi Kitab Kuning

JOMBANG, SERUJI.CO.ID - Santri Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, di "Ma'had Aly Hasyim Asy'ari" (MAHA) Tebuireng, berhasil meraih juara dua dalam debat...