Doa bisa dipandang dari dua aspek. Pertama, doa dilihat dari aspek FUNGSInya. Kedua, doa dilihat dari aspek ISInya.

Dilihat dari sisi FUNGSInya, doa adalah ibadah. Tindakan “berdoa” membuktikan seseorang tunduk dan mengakui dirinya butuh kepada sesuatu. Oleh karena itu, berdoa kepada selain Allah itu dilarang dan masuk kategori syirik besar.

Tidak mau berdoa kepada Allah itu pun perbuatan menyombongkan diri kepada Allah. Sombong kepada makhluk saja tidak boleh, apalagi kepada Allah. Dia lah yang berhak mengenakan selempang kesombongan.

Dilihat dari sisi ISInya, ada DOA YANG BAIK, ada pula DOA YANG BURUK. Watak manusia adalah tergesa-gesa, lemah dan bodoh. Maka, ucapan yang keluar dari mulut tidak lepas dari cacat bawaan ini : tergesa-gesa, lemah dan bodoh. Termasuk di dalamnya ungkapan doa.

Walau sudah ditujukan kepada Allah, isi doa juga harus BAIK. Bukan hanya agar dikabulkan, tetapi yang lebih penting isi doa itu menguatkan AQIDAH bagi yang membacanya. Karena Allah Maha Mengetahui, maka doa-doa yang diajarkanNya adalah doa yang PASTI BAIK. Karena Nabi Muhammad adalah utusanNya yang dibimbing penuh olehNya, maka doa yang dicontohkan PASTI BAIK.

Loading...
1
2
Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya.
SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin.
SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
Untuk pengaduan email ke redaksi@seruji.co.id.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama