close

Saat Merencanakan Kehamilan, Sebaiknya Ke Bidan Atau Dokter Kandungan?

Setelah membaca artikel ini, anda tidak akan salah persepsi mengenai tugas bidan dan dokter kandungan.

SERUJI.CO.ID – Seringkali orang beranggapan bahwa bidan dan dokter kandungan adalah profesi serupa. Meski sama-sama bergerak di bidang ibu dan anak, nyatanya kedua profesi ini adalah dua hal yang berbeda.

Pada dasarnya bidan dan dokter spesialis kandungan memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Bidan biasanya diambil melalui pendidikan profesi, yang biasa tersedia dalam jenjang D3 dan D4.

Selama masa pendidikan 3-4 tahun itu, bidan sudah mendapat teori dan praktik langsung tentang dunia kehamilan. Apabila akan membuka praktik sendiri, seorang bidan harus memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti, bahwa kemampuan yang dimilikinya telah layak untuk diaplikasikan ke masyarakat.

 

Sedangkan rentan pendidikan dokter kandungan lebih lama lagi. Calon dokter kandungan, harus menempuh pendidikan selama 3,5 hingga 4 tahun untuk meraih gelar sarjana kedokteran. Baru setelah itu, butuh waktu sekitar 2 tahun untuk menjalani koasisten (koas), yang kemudian dilanjutkan dengan uji kompetensi dokter sebagai tahapan sebelum dilantik menjadi dokter umum.

Perjuangan seorang dokter kandungan belum selesai sampai di situ. Dokter umum harus mengambil spesialis kandungan, yang kurang lebih berlangsung selama 4 tahun.

Sehingga dapat disimpulkan, dari latar belakang pendidikan yang dimiliki masing-masing, tugas bidan adalah sebagai tenaga kesehatan yang siap sedia membantu menangani kehamilan, kesehatan ibu dan juga kesehatan bayi dan anak.

Bidan cenderung menangani keluhan yang normal dan umum, yang terjadi selama masa kehamilan. Sedangkan dokter kandungan, menangani masalah kehamilan yang sudah kompleks dan rumit.

Menurut Jennifer Niebyl, M.D., dosen kebidanan dan kandungan dari University of Iowa di Amerika Serikat menyatakan, dokter kandungan lebih memiliki kompetensi tinggi untuk menangani keluhan seputar kehamilan dan proses persalinan.

Bagi anda yang sedang merencanakan program kehamilan, anda bisa saja mengonsultasikan hal tersebut baik ke bidan maupun dokter kandungan. Tapi kembali lagi, wewenang dan kompetensi bidan hanya sebatas konsultasi dan pemeriksaan dasar awal saja.

Apabila nantinya anda perlu tahapan pemeriksaan lebih serius, seperti pemberian obat, pemeriksaan USG dan tindakan lanjutan lainnya, maka ini adalah ranah dokter kandungan. Sebab biasanya, saat proses program hamil, anda akan diperiksa secara menyeluruh hingga meliputi organ dalam reproduksi. (Nia)

TERPOPULER

TERBARU

Whatsapp Hentikan Dukungan Pada Beberapa OS, Simak Apakah Termasuk Milik Anda

WhatsApp mengumumkan akan menghentikan dukungan mereka untuk beberapa sistem operasi lama mulai Februari 2020, sehingga sejumlah fitur secara bertahap tidak bisa diakses lagi.

Samuel Wattimena: Kain Tenun Khas Bima Disukai Turis Mancanegara

Desainer yang pernah bersama wartawan SERUJI dipercaya jadi juri Festival Film Usmar Ismail di Jakarta ini menuturkan bahwa Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta ia terus mempromosikan tenun Bima.

Semarakan HUT Kota Kendari di Bulan Mei, Nissa Sabyan Akan Hibur Para Penggemar

Dihubungi SERUJI pertelepon, Rabu (10/4) pagi, gadis kelahiran Lumajang, Jatim, 19 tahun silam ini mengaku banyak sohib di Sulawesi Tenggara, khususnya di kawasan Kota Kendari.

Dari 2015 Terus Naik Peringkat, Indonesia Ditetapkan Sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia 2019

Indonesia tercatat mengalami peningkatan secara berjenjang dari ranking 6 di tahun 2015, ranking 4 di tahun 2016, ranking 3 di tahun 2017, ranking 2 di ranking 2018, akhirnya Indonesia menduduki peringkat 1 GMTI di tahun 2019.

DC Segera Buat Sekuel ‘Shazam!’

'Shazam!' cukup mendapat pujian karena ceritanya yang ringan dan menyentuh hati penonton yang lebih muda.

Dua Ekor Gajah TSI Cisarua Hibur Pengunjung ‘Bogor Fest 2019’

TSI menurunkan gajah untuk pengalungan bunga kepada bupati dan duta besar