Kebaya Koleksi Dwi Adi Kusuma. Foto. istimewa

Ada beragam kebaya, namun kadang kita tak tahu apa istilah atau namanya. Menurut desainer Wiwied Mayasari setidaknya ada empat macam kebaya yakni, Kebaya encim (biasa dipakai none Jakarta dengan cutting runcing ke tengah muka biasanya dihiasi bordir pada tepi krah hingga ke bawah), kemudian kebaya kutu baru, kebaya Malay (baju Kurung) dan yang terakhir kebaya Kartini (biasanya untuk pengantin Solo berbahan bludru).

“Sebenarnya, istilah2-istilah tersebut berdasarkan daerah asalnya masing-masing,” ujar Wiwied.

Setiap kebaya tersebut punya fungsi dan kekurangan masing-masing. “Kebaya encim asli biasanya warna putih dengan bahan katun transparan dengan panjang belakang sebatas pinggul atas dan depan meruncing tepat di pangkal paha. Memang cantik, namun, kebaya ini kurang tepat dikenakan muslimah karena tidak sesuai syariah Islam,” ujar Wiwied.

Kebaya encim, tambah Wiwied, juga kurang sesuai untuk wanita yang bertubuh gemuk. Karena akan membuat penampilan menjadi lebih gemuk. Walau demikian, kebaya encim punya banyak kelebihan, yakni terlihat lebih modis dan enerjik bagi yang memakainya.

Nah, bagaimana dengan kebaya Malay? “Kebaya malay atau baju kurung biasanya digunakan wanita Melayu, Brunei ataupun Sumatra. Kebaya ini panjang sebatas bawah lutut dengan opening dari belakang. Pemakaiannya biasanya dipadu dengan songket atau sarung tenun daerah,” ujar Wiwied.

Model kebaya yang panjang ini kadang dianggap kuno karena tidak berkesan ramping untuk dikenakan. “Justru kebaya model kurung ini yang pas untuk muslimah. Sebab, terlihat tidak ketat,” ujar Wiwied.

Yang terakhir adalah kebaya Kartini yaitu kebaya panjang sebatas lutut. “Biasanya berwarna hitam berbahan buludru dengan cutting krah menyatu sampai bawah dan opening depan,” ucap Wiwied.

Bahan kebaya kartini dari beludru memang terkesan kurang nyaman dikenakan. Namun, jika pemilihan bahannya tepat, maka akan tetap bagus dikenakan. Namun, Wiwied menekankan, model kebaya Kartini yang panjang justru bisa dikenakan oleh muslimah karena menutupi bagian pantat dan tidak terlalu ketat.

“Kelebihan lain kebaya Kartini adalah modelnya yang feminine dan klasik sepanjang jaman,” pungkas Wiwied.

BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Terbaru

KH. Luthfi Bashori

Jangan Makan Daging Biawak

Konon, di Mina pada kisaran tahun 1990-an, saat berlangsung ibadah mabit dan lempar Jumrah di musim haji, banyak sekali para pendatang dari berbagai daerah...

Bupati Malinau Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan APBD 2018

MALINAU, SERUJI.CO.ID - Bupati Malinau hadiri rapat paripurna ke IX masa sidang III DPRD kabupaten Malinau tahun 2017 yang diadakan di ruang sidang kantor...
Setya Novanto dan KPK

Pengacara Belum Pastikan Setya Novanto Hadir di Persidangan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kuasa Hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, menyatakan belum mengetahui apakah kliennya dapat dihadirkan sebagai terdakwa pada sidang perdana perkara tindak pidana korupsi...
Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya meraih predikat "Wilayah Bebas Korupsi" dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. "Kami mengucapkan terima kasih kepada...
Sandiaga Uno

Tak Unggah Video Rapat, Sandiaga Tegaskan Tak Ada yang Ditutupi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan, tidak ada upaya dari Pemprov DKI untuk menutup-nutupi proses berlangsungnya pemerintahan meski tidak mengunggah video rapat...
ustadz abdul somad

Terkait Pengadangan Ustadz Somad, Fahri Hamzah: Waspadalah, Jangan Mau Diadu Domba

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku kecewa pada pemerintah atas terjadinya kasus persekusi pada ustadz Abdul Somad oleh kelompok radikal di...