IHSG Anjlok 1,89% Kemarin, Hari Ini Rebound atau Terus Merah?

Catatan penting dari Hendra Wardana: nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan bahwa tekanan eksternal belum sepenuhnya hilang. Kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk-on yang belum sepenuhnya kuat, sehingga aliran dana asing ke emerging market seperti Indonesia masih cenderung selektif.

Pergerakan IHSG 7 Hari Terakhir: Volatile Tapi Masih di Atas 7.000

Tanggal Penutupan Perubahan Catatan
Jum, 20 Mar 7.022,29 Sebelum libur panjang Nyepi+Lebaran
Rab, 25 Mar 7.302,12 +2,75% Rebound kuat pasca-libur Lebaran
Kam, 26 Mar 7.164,09 -1,89% Profit taking, sentimen Iran-AS
Jum, 27 Mar Prediksi Sideways 7.050–7.250 atau rebound ke 7.339–7.400

 

Catatan: IHSG libur pada 21–24 Maret 2026 karena Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H. Data tiga hari terakhir menunjukkan pola swing tajam—naik kencang lalu koreksi dalam—yang mencerminkan pasar yang sangat sensitif terhadap sentimen global.

Sentimen yang Perlu Dipantau Hari Ini

Ada dua faktor utama yang akan mewarnai perdagangan Jumat pagi ini. Pertama, perkembangan perundingan Iran–AS: setiap pernyataan baru yang mengarah ke gencatan senjata bisa langsung menjadi katalis positif untuk sektor energi dan keseluruhan indeks. Sebaliknya, jika Iran kembali mengeraskan sikap, tekanan jual akan berlanjut.

Kedua, sentimen domestik: wacana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal, sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda. Stabilitas fiskal langsung berdampak pada stabilitas rupiah dan imbal hasil obligasi—dua fondasi penting bagi kepercayaan investor asing.

Satu lagi yang perlu dicermati: aliran dana asing masih menunjukkan aksi beli bersih pada sejumlah saham seperti EMAS, AADI, dan TLKM. Namun tekanan jual terlihat pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, serta GOTO. Selama net buy asing belum merata ke sektor perbankan, kenaikan IHSG akan terbatas karena bobot saham bank terhadap indeks sangat besar.

TradingView: Pantau IHSG Real-Time



Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan jurnalistik berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas. Bukan merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan beli/jual saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Investasi di pasar modal mengandung risiko.

📊

Siapa Pemilik Saham JPFA, AADI, GIAA, dan Ribuan Emiten BEI?
Cek data pemegang saham resmi KSEI untuk ratusan emiten di Bursa Efek Indonesia.

🔍 Cek Data Pemegang Saham Sekarang

Data KSEI · Diperbarui setiap bulan

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER