Catatan penting dari Hendra Wardana: nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp16.900 per dolar AS menunjukkan bahwa tekanan eksternal belum sepenuhnya hilang. Kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk-on yang belum sepenuhnya kuat, sehingga aliran dana asing ke emerging market seperti Indonesia masih cenderung selektif.
Pergerakan IHSG 7 Hari Terakhir: Volatile Tapi Masih di Atas 7.000
| Tanggal | Penutupan | Perubahan | Catatan |
|---|---|---|---|
| Jum, 20 Mar | 7.022,29 | — | Sebelum libur panjang Nyepi+Lebaran |
| Rab, 25 Mar | 7.302,12 | +2,75% | Rebound kuat pasca-libur Lebaran |
| Kam, 26 Mar | 7.164,09 | -1,89% | Profit taking, sentimen Iran-AS |
| Jum, 27 Mar | — | Prediksi | Sideways 7.050–7.250 atau rebound ke 7.339–7.400 |
Catatan: IHSG libur pada 21–24 Maret 2026 karena Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 H. Data tiga hari terakhir menunjukkan pola swing tajam—naik kencang lalu koreksi dalam—yang mencerminkan pasar yang sangat sensitif terhadap sentimen global.
Sentimen yang Perlu Dipantau Hari Ini
Ada dua faktor utama yang akan mewarnai perdagangan Jumat pagi ini. Pertama, perkembangan perundingan Iran–AS: setiap pernyataan baru yang mengarah ke gencatan senjata bisa langsung menjadi katalis positif untuk sektor energi dan keseluruhan indeks. Sebaliknya, jika Iran kembali mengeraskan sikap, tekanan jual akan berlanjut.
Kedua, sentimen domestik: wacana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sentimen positif bagi pasar karena memberikan sinyal bahwa pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal, sehingga kekhawatiran terhadap pelebaran defisit APBN bisa sedikit mereda. Stabilitas fiskal langsung berdampak pada stabilitas rupiah dan imbal hasil obligasi—dua fondasi penting bagi kepercayaan investor asing.
Satu lagi yang perlu dicermati: aliran dana asing masih menunjukkan aksi beli bersih pada sejumlah saham seperti EMAS, AADI, dan TLKM. Namun tekanan jual terlihat pada saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, serta GOTO. Selama net buy asing belum merata ke sektor perbankan, kenaikan IHSG akan terbatas karena bobot saham bank terhadap indeks sangat besar.
TradingView: Pantau IHSG Real-Time
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan jurnalistik berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, BNI Sekuritas, MNC Sekuritas. Bukan merupakan rekomendasi investasi. Setiap keputusan beli/jual saham sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Investasi di pasar modal mengandung risiko.
📊
🔍 Cek Data Pemegang Saham Sekarang
