MENU

IHSG PECAH REKOR! Tembus 9.038 – Target 10.000 Makin Dekat atau Jebakan Batman?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bursa Efek Indonesia kembali mencatatkan sejarah emas! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini tembus level psikologis 9.000 dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High) di posisi 9.038 pada pembukaan perdagangan Rabu pagi.

IHSG dibuka melesat 0,66% atau bertambah 58,75 poin ke level 9.007,05 dari penutupan sebelumnya di 8.948,30. Hanya dalam hitungan menit setelah pembukaan, indeks langsung terbang ke level 9.021,15 sebelum terus menguat hingga menyentuh 9.038.

Apa yang Memicu Kenaikan Dahsyat Ini?

Pencapaian spektakuler IHSG hari ini bukan tanpa alasan. Berikut faktor-faktor kunci yang mendorong rally luar biasa pasar modal Indonesia:

1. Tsunami Dana Asing Masuk Indonesia

Investor asing tampak sangat agresif memburu saham Indonesia. Pada perdagangan kemarin (Selasa, 13/1), dana asing membukukan net buy jumbo senilai Rp 1,99 triliun! Aksi beli masif terfokus pada saham-saham komoditas dan sektor siklikal yang dinilai diuntungkan oleh pelemahan rupiah.

Saham yang paling banyak diburu asing antara lain PT Vale Indonesia (INCO) dengan pembelian Rp 283 miliar, PT Astra International (ASII) Rp 229,4 miliar, dan PT Merdeka Battery Materials (MBMA) yang menjadi bintang dengan lonjakan harga hingga 19,2%.

2. Booming Sektor Nikel dan Komoditas

Rencana pemangkasan produksi nikel Indonesia untuk menjaga stabilitas harga global menjadi katalis kuat. Saham-saham nikel seperti INCO, MBMA, dan MDKA menjadi motor penggerak utama indeks. Harga nikel global yang menguat 3,21% ke level 17.506,62 turut mendukung optimisme.

Sektor komoditas lainnya juga terbang: timah melonjak 4,16%, tembaga naik 2,38%, dan minyak mentah menguat 2,35%.

3. Sentimen Program B40 Biodiesel

Kepastian pemerintah untuk merealisasikan program mandatori biodiesel B40 tahun ini memberikan angin segar bagi emiten sektor perkebunan dan energi. Kebijakan pro-pertumbuhan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, termasuk penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun di bank BUMN dan perpanjangan insentif PPN properti, juga menambah kepercayaan investor.

4. Rally Beruntun 6 Bulan Sejak 2025

IHSG telah ditutup hijau selama enam bulan berturut-turut sepanjang 2025. Jika Januari 2026 kembali ditutup positif, akan mengakumulasi tujuh bulan hijau beruntun – momentum luar biasa yang menarik perhatian investor global.

5. Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Meski The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga di 3,75% pada Januari 2026, pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga mulai Juni 2026. Hal ini mendorong aliran dana ke pasar emerging market seperti Indonesia.

Prediksi Penutupan: Naik atau Turun?

Meski pembukaan sangat perkasa, pergerakan IHSG menjelang penutupan perdagangan hari ini diprediksi akan VOLATIL dengan kecenderungan KONSOLIDASI.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER