IHSG Anjlok 1,89% Kemarin, Hari Ini Rebound atau Terus Merah?

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Bursa Efek Indonesia menutup sesi Kamis (26/3/2026) dengan catatan merah yang cukup dalam. IHSG terkoreksi 138,03 poin atau 1,89 persen ke level 7.164,09, berbalik tajam setelah sehari sebelumnya sempat melonjak 2,75 persen.

Kini, semua mata tertuju ke sesi Jumat (27/3/2026): apakah indeks akan memantul kembali, atau justru melanjutkan tekanan? Analis dari tiga sekuritas besar punya jawaban yang berbeda-beda—dan ada tujuh saham yang layak masuk pantauan hari ini.

Apa yang Menjatuhkan IHSG Kemarin?

Pelemahan IHSG kemarin antara lain disebabkan oleh aksi ambil untung di tengah ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian itu bersumber dari pernyataan yang saling bertentangan: AS mengklaim perundingan telah berlangsung, sementara Iran membantah adanya interaksi langsung. Pertukaran proposal melalui mediator tidak dianggap sebagai negosiasi oleh pihak Tehran.

Sektor energi mengalami pukulan keras, yakni terkoreksi sebesar 2,91 persen. Sektor transportasi menjadi satu-satunya yang mencatat kenaikan sebesar 2,96 persen. Penurunan lain dicetak sektor industri sebesar 2,79 persen, sektor konsumer siklikal turun 2,30 persen, sektor bahan baku tergerus 2,27 persen, dan sektor infrastruktur kehilangan 1,63 persen.

Nilai transaksi tercatat Rp32,3 triliun dari 329,6 miliar saham yang diperdagangkan. Sebanyak 401 saham melemah, 302 menguat, dan 255 stagnan.

Di balik kelesuan itu, ada satu saham yang justru terbang sendirian. Saham PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) melonjak 15,07 persen menjadi Rp84 per saham setelah BEI menyatakan saham ini keluar dari papan pemantauan khusus, efektif 26 Maret 2026. Sebelumnya GIAA masuk kriteria lima pemantauan khusus karena memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir.

Prediksi Hari Ini: Tiga Skenario dari Tiga Analis

Para analis sekuritas tidak satu suara soal arah IHSG hari ini, Jumat 27 Maret 2026. Ini justru penting diketahui pembaca—karena tidak ada prediksi pasar yang bisa dipastikan seratus persen.

Skenario 1 — Sideways (Phintraco Sekuritas): Valdy Kurniawan dari Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 7.050 hingga 7.250. Meski ditutup melemah, histogram negatif MACD terus menunjukkan penyempitan dan Stochastic RSI mengarah pada area pivot—IHSG masih mampu bertahan di atas MA5. Saham rekomendasi Phintraco untuk hari ini: JPFA, MDKA, UNTR, MAIN, dan AADI.

Skenario 2 — Rebound ke 7.339–7.400 (Liputan6/Hendra Wardana): Pengamat pasar modal Hendra Wardana memproyeksikan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji area MA10 di kisaran 7.339 serta resistance psikologis di level 7.400. Jika IHSG mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450–7.500 dalam jangka pendek.

Skenario 3 — Konsolidasi 7.200–7.350 (konsensus analis): Analis melihat dua skenario utama: IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.200–7.350 dengan kecenderungan konsolidasi jika belum ada katalis baru yang kuat. Jika tekanan jual mereda dan investor asing kembali mencatatkan beli bersih, IHSG berpeluang menguji kembali area resistensi di atas 7.300.

Ingin mengabarkan peristiwa atau menulis opini? Silahkan tulis di kanal WARGA SERUJI dengan klik link ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

BERITA TERBARU

TERPOPULER