Assalamualaikum wr wb.

Ini adalah tulisan perdana saya di SERUJI. Semoga mendapat kritikan untuk lebih baik dalam menulis.

Beberapa tahun yang lalu, saya bertemu dengan seorang preman yang bertugas memungut pungutan armada expedisi. Dengan bangga dia bercerita tentang gaya hidupnya yang tidak jauh dari perempuan, minuman berakohol juga perjudian apalagi kalau diajak berkelahi. “Pak, kalau ada yang ganggu telpon saya saja, dijamin aman” katanya dengan percaya diri.

Sampai suatu hari dia berkata “pak, aku ingin dekat Allah, aku jenuh dengan semua ini, tapi berat bagiku meninggalkan semua ini. Kemudahan mendapatkan harta juga kenikmatan yang sudah dirasakan”. “Tolong bantu saya pak, agar menjadi lebih baik”.

“Baiklah pak, saya hanya kasih masukan, semua kembali pada niat dan pelaksanaan bapak juga atas ijin Allah semua akan dimudahkan”. “Mohon bapak selalu ingat Allah dimana saja bapak berada dalam keadaan bagaimanapun juga dengan selalu menyebut nama Nya dalam hati bapak seiring detak jantung bapak atau tarikan nafas”.

“wah gampang banget ya” katanya.

“silahkan dicoba pak” kata saya.

Sekitar dua mingguan preman tersebut menemui saya lagi di kantor, untuk menceritakan apa yang terjadi selama 2 minggu.

“Pak, luar biasa. Saya tidak bisa berjudi, minuman keras, bahkan main perempuan. Saat saya sudah duduk dan memegang kartu, hati saya ingat Allah maka kartu itu saya taruh dan pergi. Saat saya buka botol minuman itu, hati saya ingat Allah dan membatalkan rencana minum saya. Bahkan saat saya sudah menuju ke tempat perempuan malam, langkah saya terhenti. Beberapa kali hal itu terulang dan terulang selama beberapa hari. Sekarang saya memutuskan untuk pindah ke daerah lain untuk membuka lembaran baru, menata hidup saya dari awal. Apakah pertaubatan saya diterima oleh Allah?”

“Pak, nikmatilah proses ini. Janganlah berpikir akan diterima atau ditolak pertaubatan bapak. Fokuslah dengan jalan yang baik dan lurus. Inshaa Allah, pertaubatan bapak diterima”.

Beliau sekarang menjalani hidupnya sebagai seorang mekanik dan sering berkirim kabar tentang keluarganya.

Marilah kita syiarkan Islam ini sebagai agama rahmatan alamin dengan menyebarkan kebaikan dan memperlihatkan kemuliaan Islam.

Semoga sedikit kisah nyata ini dapat memberikan inspirasi ke sesama warga SERUJI.

Alhamdulillahi jaza kumullohu khoiron.

Wassalamualaikum wr wb.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama