Orang yang sudah punya kedudukan atau jabatan kemudian membanggakannya itu rawan terkena penyakiti kufur. Bukankah kesombongan itu menolak kebenaran dan merendahkan orang lain? Bagaimana dengan orang yang tidak punya kedudukan tapi menginginkannya? Orang ini rawan terkena penyakit nifaq.

Keinginan menggebu tapi tak pernah kesampaian, membawa angan dan harapan yang berlarut-larut hingga menipu akal. Maka muncullah orang-orang berwatak penjilat, riya dan penipu. Demi kedudukan, mengakulah dirinya sebagai orang yang beriman.

Niat hati hendak menipu Allah, tapi tak sadar Allah tahu isi hatinya. Kemudian, penyakit terbuai angan itu semakin menjadi, karena harapan menjauh gara-gara niat dusta dan semakin kehilangan akal sehatnya. Sungguh itu siksa dunia yang tak terperi.

Loading...

Ketika ditanya alasan ia melakukannya, biasanya demi kebaikan bersama. Tidak sadar, bahwa ia berbuat kerusakan yang besar karena tipuannya. Semakin lama dan sering menipu, sesungguhnya dirinya akan semakin bingung, mana yang tipuan dan mana yang bukan tipuan, mana kebaikan dan mana keburukan.

Sifat penipu itu bermuka dua. Selalu ingin mengambil keuntungan dalam posisi apapun tanpa peduli benar ataupun salah. Karena angan jabatan dan gila hormat selalu bercokol dalam pikirannya, maka selalu memakai jurus membodohkan orang lain tanpa sadar bahwa dirinya sendiri bodoh. Bahkan mengaku pura-pura berteman dengan orang yang mereka anggap bodoh sebagai olok-olokan, ketika berkumpul dengan komplotannya.

Tanpa sadar, para penipu itu sudah tercirikan sebagai penipu, dan mereka tak sadar sudah dikenali sebagai penipu. Pikiran mereka telah menyesatkan diri mereka sendiri. Tidak ada jalan bagi penipu, kecuali gila dan hilang akal. Tidak mungkin lagi bisa sadar kembali, karena telah menukar petunjuk dengan kesesatan. Bagaikan menyalakan api yang bercahaya tapi buta matanya. Bagaikan orang tak berpendirian, berjalan jika hanya ada kesempatan, berhenti tak tahu apa-apa ketika tak ada harapan.

Berhati-hatilah, menipu sama saja merintis kesesatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama