Orang yang sudah punya kedudukan atau jabatan kemudian membanggakannya itu rawan terkena penyakiti kufur. Bukankah kesombongan itu menolak kebenaran dan merendahkan orang lain? Bagaimana dengan orang yang tidak punya kedudukan tapi menginginkannya? Orang ini rawan terkena penyakit nifaq.

Keinginan menggebu tapi tak pernah kesampaian, membawa angan dan harapan yang berlarut-larut hingga menipu akal. Maka muncullah orang-orang berwatak penjilat, riya dan penipu. Demi kedudukan, mengakulah dirinya sebagai orang yang beriman.

Niat hati hendak menipu Allah, tapi tak sadar Allah tahu isi hatinya. Kemudian, penyakit terbuai angan itu semakin menjadi, karena harapan menjauh gara-gara niat dusta dan semakin kehilangan akal sehatnya. Sungguh itu siksa dunia yang tak terperi.

Ketika ditanya alasan ia melakukannya, biasanya demi kebaikan bersama. Tidak sadar, bahwa ia berbuat kerusakan yang besar karena tipuannya. Semakin lama dan sering menipu, sesungguhnya dirinya akan semakin bingung, mana yang tipuan dan mana yang bukan tipuan, mana kebaikan dan mana keburukan.

Sifat penipu itu bermuka dua. Selalu ingin mengambil keuntungan dalam posisi apapun tanpa peduli benar ataupun salah. Karena angan jabatan dan gila hormat selalu bercokol dalam pikirannya, maka selalu memakai jurus membodohkan orang lain tanpa sadar bahwa dirinya sendiri bodoh. Bahkan mengaku pura-pura berteman dengan orang yang mereka anggap bodoh sebagai olok-olokan, ketika berkumpul dengan komplotannya.

Tanpa sadar, para penipu itu sudah tercirikan sebagai penipu, dan mereka tak sadar sudah dikenali sebagai penipu. Pikiran mereka telah menyesatkan diri mereka sendiri. Tidak ada jalan bagi penipu, kecuali gila dan hilang akal. Tidak mungkin lagi bisa sadar kembali, karena telah menukar petunjuk dengan kesesatan. Bagaikan menyalakan api yang bercahaya tapi buta matanya. Bagaikan orang tak berpendirian, berjalan jika hanya ada kesempatan, berhenti tak tahu apa-apa ketika tak ada harapan.

Berhati-hatilah, menipu sama saja merintis kesesatan.

Tulisan terbaru Muhammad Hanif Priatama (semua)

Tulisan ini sepenuhnya tanggungjawab penulisnya. SERUJI tidak memiliki tanggungjawab apapun atas hal-hal yang dapat ditimbulkan tulisan ini, namun setiap orang bisa membuat aduan yang akan ditindaklanjuti sebaik mungkin. SERUJI berhak untuk membatalkan penayangan hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan.
BAGIKAN
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Kanal Warga Terbaru

images(14)

Jangan Terlalu Berharap Dengan Hukum

Tulisan ini acap kali menjadi perbincangan hangat banyak pihak, khususnya masyarakat menengah kebawah. Meski tak semuanya benar, namun sesuai fakta yang dialami banyak pihak...

Calon Haji Pasca Stroke Ini Tetap Ingin Berangkat Haji

WONOGIRI - Bisa menunaikan rukun iman yang kelima merupakan dambaan setiap muslim di seluruh dunia tak terkecuali muslim indonesia. Bahkan mereka yang secara fisik lemahpun...
4e3443b2632b8e8a4ea012759bd78a3e4f282447

Belajar Jadi Makmum Kalau Ingin Beriman

Shalat berjamaah adalah contoh bagaimana sebuah ukhuwah dibangun. Oleh karenanya, ibadah mulia itu berlipat kali nilainya di sisi Allah. Ukhuwah itu sendiri ciri keimanan, bagaikan...
persera

PERSERA, Pembentukan Karakter Siswa-Siswi SDIT AL Uswah

SEDANG APA SEDANG APA SEDANG APA SEKARANG SEKARANG SEDANG APA SEDANG APA SEKARANG Masih ingat lirik lagu apa di atas? Ya, lirik lagu khas pramuka. Lagu yang dinyanyikan dengan bersahutan...