Wapres Tutup KTT Ulama-Cendekiawan Muslim Dunia

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia dengan mengundang para imam besar negara-negara Islam untuk jamuan makan siang di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (3/5).

“Terima kasih atas segala sumbangan dan pikiran yang telah diberikan pada pertemuan Wasathiyah selama tiga hari ini. Tentu yang kita harapkan ialah bagaimana kita semua berupaya mendamaikan baik di antara kita, masih ada masalah di Afganistan. Karena para ulama pasti jauh lebih didengar daripada orang-orang Pemerintah sendiri,” kata Jusuf Kalla dalam sambutannya di Istana Wapres Jakarta, Kamis (3/5).

Jusuf Kalla berharap forum KTT Wasathiyah ini tidak hanya memikirkan solusi untuk menghentikan kekerasan atas nama agama Islam di sejumlah negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Islam, seperti Indonesia.

Baca juga: Indonesia Dukung Terbentuknya Poros Islam Wasathiyah Dunia

Upaya bersama untuk menghentikan ajaran Islam radikal yang menyebabkan kehancuran di negara-negara Islam juga diharapkan dapat dicapai dalam pertemuan tingkat tinggi ulama dan cendekiawan muslim dunia.

“Maka harapan kita semua dalam pertemuan ini bukan hanya memikirkan, tetapi juga bagaimana menghentikan ajaran-ajaran yang menyebabkan masalah di negara-negara Islam. Setiap malam kita melihat penghancuran di negara Islam melalui berita di TV, dan itu tentu sangat disayangkan,” jelasnya.

KTT tentang Islam Wasathiyah diselenggarakan sejak Selasa (1/5) hingga Kamis (3/5) di Bogor, Jawa Barat diikuti oleh 50 orang ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, serta 50 orang mitra dari negara asing seperti Mesir, Australia, China, Inggris, Kanada dan Korea Selatan.

Baca juga: Din: Indonesia Revitalisasi Wawasan Islam Wasathiyah

Sebelumnya, Presiden Jokowi saat membuka KTT Wasathiyah di Bogor, Selasa (2/5) mengatakan poros Islam wasathiyah bisa menjadi arus utama apabila para ulama bersatu utnuk menyampaikan ajaran Islam moderat di seluruh dunia.

“Jika para ulama bersatu padu dalam satu barisan untuk membumikan moderasi Islam, maka saya optimistis poros wasathiyah Islam dunia akan menjadi arus utama, akan memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, aman, sejahtera, berkeadilan dan menjadi gerakan Islam untuk mewujudkan keadilan sosial,” kata Presiden Jokowi.

KTT Wasathiyah menghasilkan “Pesan Bogor” sebagai bentuk komitmen dari para peserta KTT untuk mewujudkan Islam yang moderat.

Rancangan Pesan Bogor tersebut menyinggung tentang peradaban modern yang mengalami ketidakpastian dan gangguan dalam skala global, dan oleh karena itu, Islam sebagai agama yang damai, mengasihi, adil, dan agama peradaban, maka mengakui bahwa paradigma Wasathiyah Islam sebagai pusat pengajaran Islam, telah dipraktikan dalam sejarah panjang peradaban Islam mulai dari masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW hingga era modern. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Demikian Mudah Dikenali Sebagai Hoaks, Info 7 Kontainer Surat Suara Masih Telan “Korban”

Yang membuat saya heran, kenapa para politisi, terutama yang menyebarkan info hoaks ini di akun media sosial (walau dalam bentuk tanya sekalipun) tidak mengenali bahwa info ini adalah hoaks?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER