Untuk Tranparansi, Ketua DPR Harap Semua Anggota Buat Laporan Tahunan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap semua anggota DPR RI dapat membuat laporan tahunan hasil kerjanya masing-masing, sehingga dapat mempercepat proses DPR RI menjadi lembaga legislatif yang modern dan transparan.

“Laporan tahunan hasil kerja setiap anggota, dapat menjadi laporan kinerja kepada masyarakat, terutama masyarakat di daerah pemilihannya,” kata Bambang Soesatyo pada diskusi “Menyoal Akuntabilitas Anggota DPR RI: Telaah Laporan Kinerja Akbar Faizal” di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin (7/5).

Menurut Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, anggota DPR RI sebanyak 560 orang tidak semuanya pandai berbicara di ruang publik, sehingga buku laporan kerja tahunan ini dapat menjadi sarana komunikasi bagi anggota DPR RI kepada masyarakat, sekaligus dapat menunjukkan laporan kinerjanya.

Buku laporan kerja tiap anggota ini, merupakan bagian proses transparansi lembaga DPR RI kepada masyarakat.

“Melalui buku laporan hasil kerja tersebut, masyarakat dapat mengakses dan mencermati kegiatan setiap anggota DPR RI. Apa saja yang telah dilakukan oleh setiap anggota DPR,” katanya.

Pada diskusi tersebut, Bamsoet juga memuji sikap anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Akbar Faizal, yang setiap tahun menulis buku laporan tahunan hasil kerjanya. Pada tahun 2017, Akbar Faizal menulis buku laporan tahunan hasil kerjanya setebal 162 halaman.

Bambang Soeatyo juga menunjukkan buku laporan hasil kerjanya, pada triwulan pertama tahun 2018, yang jauh lebih tebal dari buku laporan tahunan hasil kerja Akbar Faizal.

“Sejak menjadi anggota DPR RI pada 2009 lalu, saya menulis persoalan-persoalan yang menjadi pembicaraan publik, misalnya persoalan kasus Bank Century pada 2009-2010, saya sampai menulis tiga buku,” katanya.

Politisi Partai Golkar yang berlatar belakang wartawan ini menambahkan, sampai saat ini dirinya telah menulis sebanyak 13 buku.

Bambang Soesatyo sejak menduduki jabatan sebagai ketua DPR RI, pada Januari lalu, juga mengumpulkan tugas-tugas yang dilaksanakannya dan ditulis menjadi buku laporan kerja.

“Saya berharap, semua anggota DPR RI dapat menulis buku laporan kerja,” katanya. (Ant/Hrn)

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi

Pertanyaannya mengapa hasil Islamicity Index berdasarkan arahan kitab suci Alquran hasilnya tak banyak beda dengan World Happiness Index. Pada dasarnya nilai terbaik dari agama Islam, sebagaimana agama lain, jika diuniversalkan, itu sama dengan aneka nilai manusiawi yang dirumuskan oleh peradaban mutakhir. Nilai yang Islami itu ternyata juga nilai yang manusiawi. Itulah ruang publik yang universal yang bisa dinikmati semua manusia, apapun agama dan keyakinannya.

Isu Kuatkan Ekonomi Umat pun Disuarakan oleh TGB Zainul Majdi

Bagi dunia politik, apa beda politisi dengan pemimpin? Orientasi politisi adalah jabatan. Mereka hanya tamu di dunia politik karena datang dan pergi sesuai dengan menang atau kalah dalam pemilihan umum.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER