Tidak Termasuk RUU KUHP, Inilah 6 RUU Yang Akan Diputuskan di Paripurna DPR Hari ini


JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Hari ini, Selasa (24/9) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan menggelar Rapat Paripurna untuk mengambil keputusan (pembicaraan tingkat II) terkait enam Rancangan Undang Undang (RUU).

Dari keenam RUU tersebut, tidak termasuk di dalamnya RUU KUHP (Kitab Undang Undang Hukum Pidana) yang saat ini mengalami penolakan oleh berbagai kalangan untuk disahkan.

Keenam RUU yang akan dibahas tersebut, tercantum dalam undangan Rapat Peripurna yang telah dikirimkan Sekjen DPR ke anggota DPR RI, yakni;

  1. RUU Pemasyarakatan (PAS)
  2. RUU perubahan UU Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP)
  3. RUU APBN 2020
  4. RUU Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan
  5. RUU Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
  6. RUU Pesantren.

Sekjen DPR, Indra Iskandar dalam keterangannya kepada media, Senin (23/9) malam, bahwa keenam RUU yang akan diputuskan tersebut adalah RUU yang sudah disepakati oleh DPR dan Pemerintah.

Namun, kata Indra, bisa saja terjadi ada RUU yang ditunda pengesahannya jika ada kesepakatan di Paripurna nanti.

“Tetap lanjut nanti kalau ada pandangan-pandangan pemerintah yang kurang pas ya Menkum HAM yang menyampaikan. Karena kan itu semua undang-undang kalau sudah sampai tingkat dua itu kan antara pemerintah dan DPR sudah sepakat sudah ketuk palu kedua belah pihak,” jelas Indra.

Sebelumnya Presiden Jokowi telah menyampaikan kesepakatan dengan pimpinan DPR RI dan fraksi di DPR RI bahwa terhadap sejumlah RUU akan ditunda pengesahannya dan akan diserahkan pada DPR RI periode mendatang. Salah satu yang disepakati ditunda adalah RUU Pemasyarakatan.

“Saya sudah bertemu dengan Ketua DPR, ketua fraksi, serta ketua komisi. Intinya tadi saya minta agar pengesahan RUU Pertanahan, RUU Minerba, RUU KUHP, kemudian keempat RUU Pemasyarakatan itu ditunda pengesahannya,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/9).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Modernisasi di Sana Dimulai Dengan Pajak Untuk Pria Yang Berjenggot

Para pria dianjurkan tidak berjenggot. Bagi yang bersikeras tetap berjenggot, mereka dikenakan pajak, sesuai dengan status sosial dan profesi.. Lama saya terdiam mengenang tokoh yang begitu terobsesi membaratkan negaranya: Peter the Great. Soal jenggotpun, ia atur.

Breaking News: Akhirnya, Presiden Jokowi Putuskan Tes Massal Covid-19

Tidak mengambil kebijakan Lockdown, Presiden Jokowi akhirnya lebih memilih melakukan tes massal Covid-19.

Tahukah Anda, Berwudhu Dapat Kurangi Risiko Tertular Virus Corona?

Berwudhu merupakan kegiatan yang tak bisa dipisahkan dari muslim.. Tahukah anda bahwa berwudhu bisa mengurangi resiko tertular virus Corona?

Cegah Kepanikan, AMSI Imbau Media Kedepankan Kode Etik dalam Pemberitaan Wabah Corona

Wens menjelaskan beberapa langkah yang harus dilakukan media-media anggota AMSI dalam pemberitaan terkait virus Covid-19 tersebut.

Fahira: Milenial Butuh Teladan, Bukan Tik Tok untuk Membumikan Pancasila

"Membumikan Pancasila secara populer sah-sah saja, tetapi yang dibutuhkan millenial saat ini bukan itu. Milenial butuh teladan dari para penyelenggara negara dan para pemimpin bangsa," kata Fahira

Begini Ciri Rumah Idaman untuk Pasangan Muda

Beberapa waktu lalu, portal properti Lamudi melakukan survei tentang rumah impian bagi pasangan muda, survei tersebut dilakukan kepada 100 pasangan yang baru menikah. Inilah hunian idaman untuk pasangan muda.....

5 Alasan Kita Perlu Membuat Undangan Pernikahan Digital

Kini era sudah berubah. Kini ada sebuah cara baru untuk mengirim undangan pernikahan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan situs desain online, di mana kita bisa menciptakan desain sendiri, juga memanfaatkan Internet untuk mengirimkannya.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.
close