Sejak Anies Baswedan Memimpin, Keadilan Sosial Mulai Terasa di Jakarta

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota DPD RI, Fahra Idris menilai keadilan sosial di Jakarta mulai dirasakan oleh warga sejak Gubernur terpilih, Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta.

Hal itu, menurut Fahira, diantaranya ditandai dengan adanya aksi yang digelar Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) dan Serikat Becak Jakarta (Sebaja) di depan Balai Kota Jakarta, Senin (23/7) yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap membenahi Jakarta.

“Karena selama sembilan bulan memimpin Anies Baswedan dinilai banyak mengeluarkan kebijakan pro rakyat kecil,” kata Fahira lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Selasa (24/7).

Fahira mengungkapkan, kunci keberhasilan seorang kepala daerah dalam memimpin dan mengelola sebuah daerah adalah menghadirkan keadilan sosial terutama bagi warga yang terpinggirkan baik secara ekonomi, sosial, politik, dan budaya.


“Di kampung-kampung Jakarta sekarang ini terjadi perubahan besar. Dulu, kampung kota dan warganya dianggap masalah pembangunan dan selalu dibayangi ancaman penggusuran. Tetapi kini, impelementasi sila kelima Pancasila hadir di kampung-kampung kota Jakarta,” ujar Fahira.

Senator asal Jakarta ini mengatakan saat ini kampung kota yang ada di Jakarta ditata fisiknya dan warganya diberdayakan. “Kini mereka menjadi bagian penting dari pembangunan Jakarta,” katanya.

Menururt Fahira, walau sila-sila dalam Pancasila harus diamalkan seluruh rakyat Indonesia dalam perbuatan dan tindakan sehari-hari, tetapi dampaknya akan sangat terasa jika seorang pemimpin mulai dari Pusat hingga Daerah menjadi yang terdepan mengamalkannya.

“Ini karena, pemimpin lebih mempunyai kekuatan dan sumberdaya untuk menegakan sila dan nilai Pancasila dibanding warga negara biasa,” tuturnya.

“Persoalan terbesar bangsa ini termasuk Jakarta adalah keadilan sosial akibat kesenjangan atau ketimpangan yang begitu curam antara si kaya dan si miskin. Cara mengatasinya adalah amalkan sila ke lima Pancasila secara konsisten. Niscaya kesenjangan ini akan semakin kecil dan ini yang sekarang sedang diupayakan terjadi di Jakarta,” papar Ketua Komite III DPD RI ini.

Tidak hanya keadilan dari sisi sosial dan ekonomi saja yang saat ini sedang diwujudkan, tetapi juga keadilan sosial dari sisi budaya.

“Budaya dan seni Betawi yang merupakan akar, jati diri dan khazanah kota Jakarta, saat ini lebih mendapat perhatikan dan semakin semarak dirayakan di Jakarta,” pungkasnya.
(ARif R/Hrn)

KONSULTASI

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.
Loading...

Kolom dr. Irsyal, Sp PD

Ibu Muda Ini Sudah Harus Cuci Darah, Inilah Penyebabnya

Usia masih muda, tapi wanita ini sudah harus menjalani cuci darah rutin. Apa penyebabnya? simak penjelasan dr. Irsyal Rusad., dokter spesialis penyakit dalam.

44 KOMENTAR

  1. alexis ditutup padahal d jkt tempat hiburan sejenis ada 300 an kok gak ditutup???? adilkah???? gak mo nerima pajak uang haram dari alexis kok pajak dari tempat hiburan lain masih di terima …..??? adil apanya????

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

Baca Juga

Benang Kusut Reformasi Agraria

Bila penyelesaian konflik pertanahan dilakukan hanya mendasar kepada tujuan peningkatan elektabilitas, maka hal itu bukanlah penyelesaian yang konfrehensif sesuai amanat Reformasi Agraria yang dicita-citakan.

Katakanlah dengan Meme: Genre Baru Komunikasi Politik

Meme politik, bagaimana pengaruhnya dalam perpolitikan terkini

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Bantah Ada Persekusi Jurnalis di Munajat 212, Panitia: Ada Upaya Framing Negatif

Panitia Munajat 212 menduga ada upaya pengalihan isu dan framing negatif terhadap acara 'Munajat 212'.

Dukung Program Pariwisata, PT KAI Hidupkan 4 Jalur Kereta di Jawa Barat

4 jalur kereta api di Jabar kembali dihidupkan. Inilah jalur-jalurnya

Sesalkan Persekusi Terhadap Jurnalis Saat Acara ‘Munajat 212’, PWI Minta Polisi Usut Tuntas

PWI kecam kekerasan terhadap jurnalis saat acara Munajat 212, minta polisi usut tuntas.

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

Survei IndEX: Elektabilitas PDIP Terus Anjlok Jelang Hari Pemilihan

Kembali elektabilitas PDIP diprediksi terpuruk pada Pemilu 2019 ini.

Bantah Tudingan Berkhianat, Begini Alasan PBB Akhirnya Dukung Jokowi

Menolak disebut berkhianat, ini alasan PBB dukung Jokowi

Kampanye di Lembaga Pendidikan, Caleg PSI Ditetapkan Sebagai Tersangka

Caleg PSI jadi tersangka pidana pemilu.

The Habibie Center: Sudirman Harus Buktikan Pertemuan Rahasia Jokowi-Bos Freeport

Pengamat menilai Sudirman harus ungkap bukti-bukti dari pernyataannya, apalagi ada yang bertolak belakang dari yang disampaikan pada 2015 silam.

TERPOPULER

Survei LSI: Walau Masih Memimpin, Elektabilitas PDIP Turun Hingga 4 Persen

PDI Perjuangan masih memimpin, namun makin dipepet partai Gerindra

BPN Nilai Moderator Rusak Suasana Karena Potong Pembicaraan Capres Yang Lebihi Waktu

BPN keberatan dengan seringnya moderator menghentikan pembicaraan capres yang telah habis jatah waktunya.
video

Viral: Video Bupati Kuningan Sebut “Laknat” Jika Kepala Desa Tidak Dukung Jokowi

Ohhhh, Bupati Kuningan melaknat para kepala desa jika tidak mendukung Jokowi. Koq bisa?

Bertemu dengan Sandiaga, Inilah Harapan dan Curhat Peternak Sapi di Pasuruan

Berharap Sandi jadi Wapres, peternak sapi pasuruan curhat persoalannya.

Nilai Para Camat Tidak Kampanyekan Jokowi, Begini Alasan Wali Kota Makassar

Wali Kota Makassar nilai para camat yang ada di video dukung Jokowi, tidak sedang kampanye.