Pimpinan DPR Belum Terima Surat Pengunduran Diri Taufik Kurniawan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus dugaan korupsi pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Namun, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan hingga kini Pimpinan DPR belum menerima surat pengunduran diri Taufik.

“Hingga hari ini belum ada surat dari DPP PAN terkait pergantian Taufik. Termasuk surat pengunduran diri Taufik Kurniawan,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (3/12).

Ia menjelaskan pergantian wakil ketua DPR baru bisa dilakukan bila memenuhi tiga syarat, yakni berhalangan tetap, tersangkut masalah hukum dengan keputusan yang berkekuatan hukum tetap (inkrah), dan mengundurkan diri.

“Karena itu, kalau ada surat pengunduran diri Taufik, maka Pimpinan DPR akan segera memproses pergantiannya,” terangnya.

Ia mengatakan kalau Taufik tidak mengundurkan diri maka sesuai aturan UU nomor 2 tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), tidak bisa diganti.

“Ya kalau dia tidak mengundurkan diri ya tidak bisa diganti,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan mengatakan partainya sudah menentukan kadernya yang akan menggantikan Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR RI, dan surat pergantiannya akan dikirimkan pada Senin (3/12).

“Sudah (ada penggantinya), nanti Senin (3/12) surat sudah masuk ke Pimpinan DPR RI,” kata Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (27/11).

Ia mengatakan setelah Taufik dinyatakan sebagai tersangka lalu ditahan KPK, maka otomatis posisinya berhalangan hadir sehingga harus diganti.

Hanya saja dirinya enggan menyebutkan nama kadernya yang akan menggantikan Taufik. Menurutnya lebih baik menunggu ketika surat pergantian tersebut masuk ke Pimpinan DPR. (SU05)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.

Kemcer Di Curug Cipeteuy