Pemberdayaan Petani Akan Diatur RUU Pertembakauan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Panitia Khusus (Pansus) RUU Pertembakauan Mukhammad Misbakhun mengatakan RUU Pertembakauan juga akan mengatur pemberdayaan untuk perbaikan taraf hidup dan kesejahteraannya.

“Industri tembakau menyerap banyak tenaga kerja tanpa keahlian khusus terutama di bagian sigaret kretek tangan. Rata-rata mereka adalah perempuan dan dengan bekerja sebagai buruh pabrik rokok,” kata Misbakhun melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (9/2).

Menurut Misbakhun, dalam RUU Pertembakauan yang saat ini Pansus sedang mencari masukan dari stakeholder, akan mengatur perihal pertembakauan dari hulu pada petani hingga ke hilir pada industri rokok.

Melalui RUU Pertembakauan ini, kata dia, agar taraf hidup petani meningkat melalui harga keekonomian tembakau yang memadai dan menguntungkan serta adanya pola kemitraan dengan industri sehingga terjadi kesinambungan proses yang saling menguntungkan.

Sebelumnya, Pansus RUU Pertembakauan bertemu dengan para pelaku industri hasil tembakau di Surabaya, Kamis (8/2), dan menerima banyak masukan dari para pihak terkait industri pertembakauan.

“Berbagai masukan tersebut, sangat positif bagi pembahasan draf RUU Pertembakauan yang merupakan usul inisiatif DPR itu,” katanya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur II (Pasuruan dan Probolinggo) itu menambahkan, daya serap industri tembakau di Surabaya terhadap tembakau lokal sangat tinggi sekira 70-84 persen selama sepuluh tahun terakhir.

Besaran persentase penyerapan tembakau lokal oleh industri tembakau, kata dia, ternyata dipengaruhi oleh regulasi Pemerintah di bidang perdagangan, tingkat harga, dan regulasi kesehatan atas rokok.

“Karena itu, aspirasi yang menginginkan industri rokok menggunakan tembakau lokal hingga 80 persen perlu dikaji secara matang,” katanya.

Menurut dia, jika kebijakan itu diterapkan tanpa persiapan matang berupa ketersediaan lahan tembakau, penyediaan bibit unggul, hingga pengolahan pasca-panen, maka akan berdampak serius terhadap industri rokok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Untuk Merdeka

Pada saat pemimpin Jepang sudah memvisikan sebuah masyarakat baru Society 5.0, apakah kita saat ini, sebagai bangsa, sebagai ummat, berada pada jalur yang benar menuju puncak kejayaan menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan makmur, serta cerdas?

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Jin Tidak Takut dengan Bacaan Ayat Kursi

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.