Pansus RUU Terorisme: Sampai Hari Ini Definisi Teroris Tidak Jelas

JAKARTA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Penanganan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme), Muhammad Syafii, menyatakan hingga kini belum ada definisi yang jelas soal apa itu terorisme.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor berlarut-larutnya pembahasan RUU Terorisme yang sedang dibahas DPR. Namun, menurutnya, definisi itu harus dirumuskan dan diatur.

“Kenapa kita butuh definisi teroris? Sampai hari ini, (definisi, red) teroris ini enggak jelas. Saya bilang, enggak jelas. Kenapa?” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/5).

Menurut dia, jika tak ada definisi yang jelas, yang muncul stigmatisasi dan penilaian subjektif aparat. Aparat bisa saja menangkap, menahan, atau menembak seseorang dengan dalih orang bersangkutan adalah teroris. Padahal, per definisi belum tentu masuk kualifikasi teroris. Mungkin juga terjadi orang yang masuk kualifikasi teroris tetapi tak diperlakukan aparat sebagai pelaku terorisme.

“Definisi adalah hal paling mendasar dalam merumuskan suatu Undang-Undang. Itu sebabnya, definisi itu adalah pintu masuk untuk mengatur materi muatan selanjutnya,” ujar politisi yang akrab disapa Romo.

Penanganan seorang teroris sampai sekarang pun tidak berdasarkan standar baku, karena adanya kekosongan definisi pada norma hukum tersebut.

Selama ini, kata Romo, aparat menggunakan kriteria yang tak jelas menuduh seseorang sebagai teroris. Ukuran-ukuran teroris itu seharusnya jelas dalam Undang-Undang. Jika tidak, peluang pelanggaran HAM akan terus terbuka. Sayangnya, definisi teroris saja tak ditemukan dalam UU No. 15 Tahun 2003. Demikian pula dalam UU No. 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Yang sering terjadi adalah stigma,” ujar politisi asal Sumatera Utara itu.

Karenanya, RUU Terorisme yang sedang digodok DPR mencantumkan definisi itu. Namun, belum juga ada titik temu.

Kendati demikian, ungkap politisi Gerindra ini, pembahasan RUU Terorisme tetap dilanjutkan dengan membahas pasal-pasal lain dan menangguhkan definisi terorisme untuk sementara.

“Kami sepakat untuk menunda, karena cakupannya sangat luas. Jadi, diselesaikan dulu pasal-pasalnya. Nanti, baru dirumuskan definisinya,” pungkas Romo. (IwanY)

3 KOMENTAR

  1. Walah ko aneh. Sumpah bener2 aneh… Dibahas pasal per pasal dulu baru menyusul definisi tentang objeknya/definisi teroris. Terlihat seperti main2. Karena kalou objek terorisnya ga jelas maka pembahasan pasal2nya jg ga jelas.

    Kejadian itu mgkin bisa dianalogikan dg cerita berikut : Suatu kelompok disuruh oleh seorang pimpinan merancang mendirikan sebuah bangunan, tapi belum jelas definisi bangunan seperti apa yang ingin dibuat. Tapi masa bodo, yang penting bahas dan kumpulkan dulu bahan dan material apa saja yang diperlukan untuk bangunan tersebut dimana dalam persepsi kelompok tersebut adalah bangunan pada umumnya di daratan. Nah Pas semua bahan/material sudah dibahas dan dikumpulkan ternyata bangunan yang diminta adalah bangunan untuk didirikan lepas pantai yang tentu saja sangat berbeda kebutuhannya dengan bangunan di daratan. Tentu konyol jadinya bahan dan material yang sdh dibahas dan dikumpulkan jadi sia – sia.

    Aneh bin Ajaib.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER

Lima Macam Riba Yang Diharamkam

Mengenal Ide Pendirian Ruangguru.com, Berawal Dari Kesulitan Iman Usman dan Belva Devara

Inspirasi bisnis bisa datang darimana saja. Termasuk dari masalah yang kita hadapi sehari-hari.