Pansus RUU Terorisme: Sampai Hari Ini Definisi Teroris Tidak Jelas

3
249
Muhammad Syafii
Muhammad Syafii, Ketua Pansus RUU Terorisme. (Foto: Istimewa)

JAKARTA – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Penanganan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme), Muhammad Syafii, menyatakan hingga kini belum ada definisi yang jelas soal apa itu terorisme.

Hal tersebut menjadi salah satu faktor berlarut-larutnya pembahasan RUU Terorisme yang sedang dibahas DPR. Namun, menurutnya, definisi itu harus dirumuskan dan diatur.

“Kenapa kita butuh definisi teroris? Sampai hari ini, (definisi, red) teroris ini enggak jelas. Saya bilang, enggak jelas. Kenapa?” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (30/5).

Menurut dia, jika tak ada definisi yang jelas, yang muncul stigmatisasi dan penilaian subjektif aparat. Aparat bisa saja menangkap, menahan, atau menembak seseorang dengan dalih orang bersangkutan adalah teroris. Padahal, per definisi belum tentu masuk kualifikasi teroris. Mungkin juga terjadi orang yang masuk kualifikasi teroris tetapi tak diperlakukan aparat sebagai pelaku terorisme.

“Definisi adalah hal paling mendasar dalam merumuskan suatu Undang-Undang. Itu sebabnya, definisi itu adalah pintu masuk untuk mengatur materi muatan selanjutnya,” ujar politisi yang akrab disapa Romo.

Penanganan seorang teroris sampai sekarang pun tidak berdasarkan standar baku, karena adanya kekosongan definisi pada norma hukum tersebut.

Selama ini, kata Romo, aparat menggunakan kriteria yang tak jelas menuduh seseorang sebagai teroris. Ukuran-ukuran teroris itu seharusnya jelas dalam Undang-Undang. Jika tidak, peluang pelanggaran HAM akan terus terbuka. Sayangnya, definisi teroris saja tak ditemukan dalam UU No. 15 Tahun 2003. Demikian pula dalam UU No. 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.

“Yang sering terjadi adalah stigma,” ujar politisi asal Sumatera Utara itu.

Karenanya, RUU Terorisme yang sedang digodok DPR mencantumkan definisi itu. Namun, belum juga ada titik temu.

Kendati demikian, ungkap politisi Gerindra ini, pembahasan RUU Terorisme tetap dilanjutkan dengan membahas pasal-pasal lain dan menangguhkan definisi terorisme untuk sementara.

“Kami sepakat untuk menunda, karena cakupannya sangat luas. Jadi, diselesaikan dulu pasal-pasalnya. Nanti, baru dirumuskan definisinya,” pungkas Romo. (IwanY)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Walah ko aneh. Sumpah bener2 aneh… Dibahas pasal per pasal dulu baru menyusul definisi tentang objeknya/definisi teroris. Terlihat seperti main2. Karena kalou objek terorisnya ga jelas maka pembahasan pasal2nya jg ga jelas.

    Kejadian itu mgkin bisa dianalogikan dg cerita berikut : Suatu kelompok disuruh oleh seorang pimpinan merancang mendirikan sebuah bangunan, tapi belum jelas definisi bangunan seperti apa yang ingin dibuat. Tapi masa bodo, yang penting bahas dan kumpulkan dulu bahan dan material apa saja yang diperlukan untuk bangunan tersebut dimana dalam persepsi kelompok tersebut adalah bangunan pada umumnya di daratan. Nah Pas semua bahan/material sudah dibahas dan dikumpulkan ternyata bangunan yang diminta adalah bangunan untuk didirikan lepas pantai yang tentu saja sangat berbeda kebutuhannya dengan bangunan di daratan. Tentu konyol jadinya bahan dan material yang sdh dibahas dan dikumpulkan jadi sia – sia.

    Aneh bin Ajaib.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...