KPU Diminta Bersihkan DPS Ganda

YOGYAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi Pemilihan Umum bertindak serius membersihkan data pemilih ganda dalam daftar pemilih sementara (DPS) untuk pilkada serentak 2018.

“Sampai saat ini masih ada ribuan data pemilih ganda di sejumlah daerah,” kata Bambang Soesatyo, melalui pernyataan tertulisnya yang diterima di Yogyakarta, Jumat (6/4).

Menurut Bambang, untuk membersihkan data pemilih ganda tersebut, dirinya mendorong Komisi Pemiihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pilkada serentak segera melakukan coklit atau pencocokan dan penilitian data kembali di seluruh daerah yang akan mengikuti Pilkada 2018.

Sebelumnya, data pemilih ganda dalam DPS ditemukan di sejumlah daerah, antara lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 5.373 nama, di Provinsi Bali Bali (2.796 nama), dan Jawa Timur (300 nama).

Politikus Partai Golkar ini menegaskan, KPU harus segera memperbaiki DPS yang memuat nama pemilih ganda, agar data pemilih pada pilkada serentak 2018 benar-benar valid.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini juga meminta KPU membersihkan DPS untuk pilkada serentak 2018 dari nama pemilih yang sudah meninggal dunia, tidak berdomisili sesuai TPS terdaftar, serta masih berusia di bawah umur, maupun yang berstatus TNI/Polri.

Bambang juga meminta seluruh pemerintah daerah hingga tingkat rukun tetangga (RT) untuk bersama-sama masyarakat bertindak proaktif dalam melakukan pengecekan DPS, sekaligus melaporkan jika menemukan adanya permasalahan.

“Pengecekan dan pembersihan data DPS ini sangat penting guna menghindari kecurangan dalam pilkada, sekaligus mewujudkan pesta demokrasi yang jujur dan adil,” katanya. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER