Ketua DPR Nilai Pemblokiran Facebook Bukan Solusi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan wacana untuk memblokir media sosial Facebook bukan solusi pascamunculnya kasus kebocoran data satu juta pengguna salah satu penyelenggara sistem elektronik (PSE) itu.

“Blokir tidak akan bisa menyelesaikan akar masalah yang sesungguhnya, dampak yang ditimbulkan justru semakin buruk,” kata Bambang di Jakarta, Senin (9/4).

Dia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersikap bijaksana sehingga tidak asal blokir namun menemukam solusi yang solutif.

Hal itu, menurut dia, karena Facebook sudah memberi manfaat untuk masyarakat misalnya banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bertumpu pada media sosial tersebut.

“Masyarakat membuat lapak digital untuk melakukan transaksi dari komoditas yang terdekat dengan mereka,” ujarnya.

Baca juga: Polri Mulai Selidiki Kasus Kebocoran Data Pengguna Facebook

Bambang yang juga politisi Partai Golkar itu menilai Facebook sejak awal sudah mampu memberikan pasar sederhana untuk rakyat mengembangkan usaha.

Dia menilai masyarakat tidak hanya bertransaksi tapi juga promosi dan membangun reputasi dari sana sehingga tidak mungkin semuanya harus gulung tikar karena persoalan kebocoran data.

“Memang saat ini sudah banyak pilihan marketplace di Indonesia, transaksi juga jauh lebih aman daripada Facebook yang hanya sekadar media sosial,” katanya.

Namun dia menilai dengan populasi pengguna Facebook dari Indonesia yang besar yaitu sekitar 130 juta akun atau 6 persen dari pengguna global, UMKM tidak akan pernah bisa meninggalkan Facebook sepenuhnya karena dia sudah menjadi pusat aktivitas digital masyarakat.

Selain itu Bambang mengakui persoalan kebocoran data pengguna adalah masalah serius dan Facebook selama ini tidak pernah transparan.

“Baru setelah data pengguna bocor dan dimanfaatkan oleh Cambridge Analytica, praktik tidak terpuji Facebook selama ini akhirnya terbongkar,” ujarnya.

Namun dia berpandangan semua data tersebut tetap pribadi dan Facebook tidak bisa serta merta mengambilnya untuk kepentingan di luar persetujuan pengguna langsung sehingga hal itu yang harus kita permasalahkan dan minta pertanggungjawabannya kepada Facebook. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER