Ketua DPR Anggap KPU Berlebihan Larang Mantan Napi Korupsi Nyaleg

5
72
Ketua DPR Bambang Soesatyo (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang mantan narapidana kasus korupsi jadi calon anggota legislatif, berlebihan.

Hal itu disampaikan Bambang terkait larangan mantan napi korupsi nyaleg seperti yang tercantum di pasal 7 ayat 1 huruf h, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dalam Pemilu 2019.

“Saya menilai kalau KPU tetap memaksakan diri (menerapkan peraturan tersebut, red), berarti KPU masih menilai masyarakat kita tidak cerdas,” ujar Bambang di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (2/7).

Menurut Bambang, sudah semestinya PKPU yang dikeluarkan KPU merujuk kepada Undang-Undang, dimana dalam UU Pemilu mantan narapida korupsi masih diperbolehkan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dengan ketentuan tertentu yang harus diikuti.

“Harusnya sebagai pejabat dalam negara patokannya adalah UU. Nggak bisa mengambil langkah sendiri-sendiri. Idealnya memang begitu, tapi kan kembali kepada aturan dan UU yang berlaku,” katanya.

Baca juga: Mantan Koruptor Resmi Tidak Boleh Nyaleg di Pemilu 2019

Sementara terkait caleg yang akan diusung Golkar, ditegakan oleh Bambang bahwa partainya tetap memprioritasnya kader-kader yang baik, yang tidak tersangkut masalah korupsi.

“Namun bisa saja didaerah-daerah tertentu justru caleg mantan napi koruptor lah yang menjadi tokoh dan dipilih rakyat. Toh mereka sudah menebus kesalahan mereka dengan menjalani hukuman. Jadi menurut saya berlebihan aturan KPU itu,” tegas Bambang.

Mestinya, lanjut Bambang, KPU menyerahkan saja kepada partai-partai siapa yang akan mereka usung dan biarkan masyakat yang menentukan pilihannya.

“Serahkan pada partai memilih atau tidak, mengusung atau tidak mantan-mantan napi korupsi itu. Dan serahkan pada masyarakat mau memilih atau tidak,” pungkasnya.

(ARif R/Hrn)

loading...

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Telur ayam naik

Heboh Soal Telur Naik: Mendag Tuding Piala Dunia, Mentan Sebut Karena Musim Haji

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Harga telur yang naik tinggi belakangan ini, sampai menyentuh Rp30 ribu perkilogram jadi perbincangan di tengah masyarakat. Bukan hanya karena tingginya...
Caleg

Terkait Menteri Nyaleg, Gerindra: Sebaiknya Mundur

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Wakil Ketua Komisi II DPR Ahmad Riza Patria menyarankan menteri-menteri yang menjadi calon anggota legislatif untuk Pemilu 2019 mundur dari jabatannya...

Terkait Pencalegan Kapitra lewat PDIP, Habib Rizieq: Jangan Lagi Ada di Kapal Kami

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Habib Rizieq Shihab telah mengeluarkan seruan yang tegas agar umat Islam tidak berhubungan dan mendukung partai-partai penista agama pada pemilu 2019....

Tiga Menteri PKB Nyaleg, Kata Cak Imin Tak Akan Ganggu Pemerintahan

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yakin bahwa tiga menteri dari PKB yang mencalonkan...
Telur ayam naik

Di Banjar, Harga Daging dan Telor Ayam Melonjak Tinggi

KOTA BANJAR, SERUJI.CO.ID - Harga telur ayam dan daging ayam di pasar Banjar, Jawa Barat, mengalami kenaikan harga. Berdasarkan pantauan di pasar Banjar Jumat...