Ketua DPR Anggap KPU Berlebihan Larang Mantan Napi Korupsi Nyaleg

5
73
  • 48
    Shares
Ketua DPR Bambang Soesatyo (foto: istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang Soesatyo menganggap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang mantan narapidana kasus korupsi jadi calon anggota legislatif, berlebihan.

Hal itu disampaikan Bambang terkait larangan mantan napi korupsi nyaleg seperti yang tercantum di pasal 7 ayat 1 huruf h, Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dalam Pemilu 2019.

“Saya menilai kalau KPU tetap memaksakan diri (menerapkan peraturan tersebut, red), berarti KPU masih menilai masyarakat kita tidak cerdas,” ujar Bambang di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (2/7).

Loading...

Menurut Bambang, sudah semestinya PKPU yang dikeluarkan KPU merujuk kepada Undang-Undang, dimana dalam UU Pemilu mantan narapida korupsi masih diperbolehkan maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) dengan ketentuan tertentu yang harus diikuti.

“Harusnya sebagai pejabat dalam negara patokannya adalah UU. Nggak bisa mengambil langkah sendiri-sendiri. Idealnya memang begitu, tapi kan kembali kepada aturan dan UU yang berlaku,” katanya.

Baca juga: Mantan Koruptor Resmi Tidak Boleh Nyaleg di Pemilu 2019

Sementara terkait caleg yang akan diusung Golkar, ditegakan oleh Bambang bahwa partainya tetap memprioritasnya kader-kader yang baik, yang tidak tersangkut masalah korupsi.

“Namun bisa saja didaerah-daerah tertentu justru caleg mantan napi koruptor lah yang menjadi tokoh dan dipilih rakyat. Toh mereka sudah menebus kesalahan mereka dengan menjalani hukuman. Jadi menurut saya berlebihan aturan KPU itu,” tegas Bambang.

Mestinya, lanjut Bambang, KPU menyerahkan saja kepada partai-partai siapa yang akan mereka usung dan biarkan masyakat yang menentukan pilihannya.

“Serahkan pada partai memilih atau tidak, mengusung atau tidak mantan-mantan napi korupsi itu. Dan serahkan pada masyarakat mau memilih atau tidak,” pungkasnya.

(ARif R/Hrn)

loading...

5 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU