Jokowi Sindir UU Pesanan Sponsor, Fahri: Pemerintah Jangan Lagi Ikut Bahas UU

0
139
Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat bicara soal sindiran Presiden Jokowi menyebut pembuatan Undang Undang (UU) di DPR ada pesanan sponsor.

Menyikapi hal tersebut, menurut Fahri, ke depan pemerintah tidak perlu lagi bekerja sama dengan DPR untuk membahas soal UU, baik itu tata cara hingga nanti sampai pengambilan keputusan.

“Pertama kami menyambut Presiden mengupayakan pemerintah tidak perlu lagi ikut dalam membahas UU. Tentu ini memerlukan perubahan UU tentang cara pembuatan UU P3 istilahnya,” tegas Fahri saat dihubungi SERUJI, Rabu (29/11).

Selanjutnya, masih kata Fahri, memang seharusnya sponsor atau aspirasi itu datangnya melalui DPR. Karena DPR perwakilan rakyat, bukan pemerintah.

“Jadi dengan disetujuinya cara membuat UU, dimana pemerintah tidak perlu terlibat membuat UU pada tingkat pertama. Ini akan membuat lebih efisien ketika menyusun UU dengan lebih aspiratif,” tandas Fahri yang juga politikus PKS ini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali menyindir proses pembuatan UU di legislatif atau DPR. Jokowi menyebut banyak UU yang mengandung “titipan sponsor”.

Sindiran kali ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia di Jakarta Convention Center, Senayan, Selasa (28/11) malam.

“Dan yang dulu-dulu, Undang Undang kita banyak yang pakai sponsor. Blakblakan saja. Sehingga banyak titipan-titipan. Saya kira hal seperti itu harus dihilangkan,” kata Jokowi.

Jokowi tak menyebutkan undang-undang apa saja yang mengandung titipan sponsor. Ia hanya meminta agar DPR tak perlu terlalu banyak membuat undang-undang. Sebab, saat ini saja sudah ada 42.000 aturan yang tumpang tindih dan justru menghambat kerja pemerintah.

“Saya sudah titip ke DPR, mumpung ada pimpinan anggota DPR disini. Enggak usah banyak-banyak bikin Undang Undang, nambahin ruwet,” kata Jokowi.

Jokowi menilai, DPR harusnya hanya membuat satu sampai tiga undang-undang dalam satu tahun. Undang-undang yang dihasilkan tidak harus banyak, tetapi berkualitas.

“Jadi eksekutif ini enak. Kalau Undang Undang mempersulit, bagaimana memutuskan kebijakan dengan cepat? Sementara perubahan dunia cepat sekali,” kata Kepala Negara.

Bukan sekali ini saja Jokowi menyindir DPR soal pembuatan Undang Undang. Sindiran serupa juga pernah disampaikan saat Jokowi menghadiri Rembuk Nasional 2017, akhir Oktober lalu. (Herdi S/Hrn)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Warga Mulai Persiapkan Lebaran Ketupat

GORONTALO, SERUJI.CO.ID - Sejumlah warga Kecamatan Bongomeme, Kabupaten Gorontalo, mulai mempersiapkan segala kebutuhan menjelang perayaan lebaran ketupat, yang digelar pada hari ketujuh setelah Idul Fitri. Beberapa...
balon udara

Polisi Razia Balon Udara Tanpa Awak

PONOROGO, SERUJI.CO.ID - Petugas gabungan dari Polres Ponorogo bersama TNI AD (Kodim Ponorogo) dan TNI AU (Pangkalan Udara Lanud Iswahjudi Magetan) merazia balon udara...
Neymar

Swiss Tahan Imbang Brazil 1-1

ROSTOV ON DON, SERUJI.CO.ID - Brazil bergabung dengan sejumlah negara besar yang gagal menggebrak pada pertandingan pembukaan mereka di Piala Dunia, ketika longgarnya pertahanan pada...
Leon Goretzka

Meksiko Rayakan Kemenangan Usai Taklukkan Jerman

MOSKOW, SERUJI.CO.ID - Kegembiraan para pendukung tim Meksiko setelah pertandingan pembuka mereka di Piala Dunia melawan Jerman berlanjut hingga ke dalam kereta, yang di Rusia...

Dikalahkan Meksiko 1-0, Ini Harapan Pendukung Tim Der Panzer

MOSKOW, SERUJI.CO.ID -  Sejumlah pendukung tim Der Panzer Jerman mengaku kecewa atas kekalahan timnasnya dari Meksiko 1-0 pada babak penyisihan grup putaran final Piala Dunia...