Hendropriyono Usul Jabatan Presiden Diperpanjang Jadi 8 Tahun, Begini Alasannya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono mengusulkan agar masa jabatan Presiden yang selama ini 5 tahun, diperpanjang menjadi 8 tahun.

Hal itu disampaikan Hendropriyono saat menemui Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/7).

Tidak hanya masa jabatan Presiden, Hendro juga mengusulkan agar jabatan kepala daerah juga diperpanjang menjadi 8 tahun.

Mantan Ketua Umum PKPI ini beralasan, pemilihan Presiden yang selama ini berlangsung setiap 5 tahun sekali, biayanya makin lama makin besar. Selain itu, pemilihan Presiden setiap 5 tahun sekali tersebut juga makin memperuncing konflik di tengah masyarakat.

“Saya usul dan tampaknya ketua DPR RI cocok, bahwa tenggang waktu Presiden dan kepala daerah itu delapan tahun,” kata Hendro kepada awak media.

Perpanjangan masa jabatan Presiden tersebut, kata Hendro, juga harus dibarengi dengan pembatasan periode jabatan menjadi hanya 1 periode saja.

“Tapi satu kali saja, turun penggantinya nanti silahkan berkompetisi, tidak ada petahana,” jelasnya.

Dengan cara itu, menurut Hendro, Presiden dan kepala daerah akan berfokus bekerja, tidak memikirkan lagi jadwal kampanye untuk Pilpres periode berikutnya.

“Jadi delapan tahun itu pemerintah kuat dan rakyat kuat, tidak ada yang menggergaji pemerintah. Pemerintah tidak sewenang-wenang, tidak berkampanye, kerja saja delapan tahun yang betul,” tuturnya.

Selain mengusulkan masa jabatan Presiden menjadi 8 tahun, Hendro juga berharap pemilihan Presiden di masa mendatang tidak lagi dengan sistem pemilihan langsung, tapi kembali dengan cara pemilihan lewat MPR.

“Nah kalau menurut saya, kalau mau konsekuen, pemilihan itu harus dikembalikan ke MPR. Kalau enggak, rakyatnya juga jadi rusak mentalnya,” tukas Hendro.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.

Lima Macam Riba Yang Diharamkam