Grogi di Samping Raja Salman, Ketua DPR Beberapa Kali Salah Sebut

JAKARTA – Dalam pidatonya di Gedung DPR/MPR RI, Ketua DPR Setya Novanto salah menyebut Tri Sutrisno sebagai wakil DPR RI. Sejumlah hadirin langsung meralat pernyataan Setya Novanto. Dia menyadari lalu meralatnya.

“Tak lupa di sini hadir Bapak Tri Sutrisno, wakil DPR Republik Indonesia,”
ujar Setnov. Lalu ketua DPR ini langsung meralatnya usai diralat oleh para
hadirin. “Wakil Presiden Republik Indonesia. Ini memang kalau sudah (di
samping) raja grogi-grogi sedikit,” katanya.

Tak hanya salah menyebut Tri Sutrisno, Setya Novanto juga salah menyebut
kunjungan terakhir Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Azis Al-Saud yang
seharusnya 47 tahun.

“40 tahun 7, jadi 47 tahun yang lalu di gedung ini DPR Gotong Royong
menerima kunjungan kehormatan Yang Mulia Raja Faisal bin Abdul Azis
Al-Saud. Kini sejarah berulang kembali setelah hampir setengah abad DPR
mendapat kehormatan dikunjungi oleh Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin
Abdul Azis Al-Saud. Atas nama seluruh anggota DPR RI dan rakyat Indonesia,
saya mengucapkan selamat datang di Indonesia, ahlan wa sahlan wa marhaban fi Indonesia,” ungkap Setnov dalam pidatonya.

Setya Novanto juga mengucapkan terima kasih kepada Sang Penjaga Dua Kota Suci yang telah mengembalikan kembali dan menambahkan kuota jamaah haji asal Indoenesia setelah renovasi Masjidil Haram selesai.

“Atas nama rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya atas kemurahan hati Sri Baginda yang telah memulihkan kuota haji Indonesia sebesar 211.000 jamaah serta tambahan kuota 10 ribu jamaah pada musim haji 2017 ini, sehingga seluruhnya berjumlah 221.000 jamaah,” kata Setnov.

Ketua DPR RI ini menambahkan, pemulihan dan penambahan kuota haji ini
sangat berarti bagi rakyat Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim
terbesar di dunia. Bahkan ada daerah yang mengantre hingga 25 tahun
serta sudah wafat selama menanti kesempatan berhaji. Setnov juga berharap
Kerajaan Arab Saudi  menambahkan kembali kuota haji untuk Indonesia.

Pandangan dan sikap yang sama antara Indonesia dan Arab Saudi selama 47
tahun lalu dari ancaman komunisme dan zionisme juga diungkapkan ketua DPR juga dibahas. Kini, kedua negara bisa bekerjasama menciptakan keamanan dan perdamaian dunia dari ancaman terorisme dan radikalisme untuk menyambut visi Arab Saudi 2030. DPR juga mendukung kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang. Di antaranya investasi, TKI dan hukum.

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Tragedi Lion Air JT-610: Momentum Peningkatan Kesadaran Hukum Keselamatan Penerbangan

Hasil penelitian penyebab kecelakaan penerbangan yang dilakukan Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) hanya merupakan masukan secara tertutup kepada Pemerintah sebagai bahan evaluasi untuk pencegahan antisipasi agar tidak terulang lagi penyebab kecelakaan yang sama.

Soal Islam Nusantara

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.