Fahri Hamzah: Kalau Itu Omongan Basuki, Tanya Itu Konstitusi Negara Mana?

JAKARTA – Pernyataan yang Cagub DKI Jakarta Ahok saat sertijab di Balai Kota, pada Sabtu (11/2) lalu menimbulkan reaksi beberapa pihak. Ahok mengatakan, jika calon pemilih di DKI Jakarta memilih berdasarkan agama, maka melawan konstitusi.

“Bapak ibu tahu persis kenapa pilih A, kenapa pilih B, kenapa pilih C. Jadi karena kalau berdasarkan agama, itu juga saya enggak melarang. Kita bisa berdebat soal itu, karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan bahwa Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama,” kata Ahok.

Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah mempertanyakan pernyataan Ahok tersebut merupakan konstitusi negara mana. Karena menurutnya, tidak ada satu konstitusi pun di Indonesia yang dilanggar jika memilih pemimpin berdasarkan agama.

“Dia bilang memilih pemimpin karena alasan agama melanggar konstitusi. Coba cek. Kalau itu omongan Basuki, tanya dia itu konstitusi negara mana? karena di UUD 45 gak ada,” tegas politisi PKS ini di akun Twitter-nya.

Fahri menambahkan, pertanyaannya itu adalah cara merespon supaya Ahok sadar bahwa Ahok salah negara atau salah konstitusinya ataupun Ahok ingin memaksakan keyakinannya (pendapatnya). Fahri juga mempertanyakan konstitusi mana yang dilanggar jika calon pemilih memilih berdasarkan agamanya dan menilai Ahok menggunakan kesempatan pidato sertijabnya atau forum resmi Pemda DKI Jakarta tersebut sebagai kampanye terselubung.

Padahal seperti kita ketahui, UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 telah menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu dan mewajibkan muslim memilih pemimpin muslim adalah sebuah ibadah yang diperintah Allah SWT pada Surat Al-Maidah ayat 51.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Belajar, Bukan Bersekolah

Akhir pandemi belum juga jelas, satu hal sekarang makin jelas: Gedung-gedung megah persekolahan itu makin tidak relevan jika dipaksakan untuk kembali menampung kegiatan bersekolah lagi. Sekolah harus direposisi. Juga guru.

Bertema “Inovasi Beyond Pandemi”, AMSI Gelar Indonesian Digital Conference 2020

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengatakan IDC yang digelar AMSI bertujuan untuk melihat sejauh mana berbagai sektor melakukan inovasi di tengah pandemi Covid-19 dan seperti apa ke depan.

Cek Fakta: Debat Pilkada Tangsel, Seluruh Paslon Minim Paparkan Data

Debat pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Tangerang Selatan (Tangsel) membeberkan program kerja yang dimiliki para peserta. Sayangnya, dalam debat tersebut masing-masing pasangan calon (paslon) lebih banyak bicara dalam tatanan konsep.

PasarLukisan.com Gelar Pameran Lukisan Virtual Karya Pelukis dari Berbagai Daerah

"Ini adalah solusi yang diharapkan akan memecahkan kebekuan kegiatan kesenian, khususnya pameran seni rupa, akibat pandemi yang belum kunjung berakhir," kata M. Anis,

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

TERPOPULER