Fahri Hamzah: Kalau Itu Omongan Basuki, Tanya Itu Konstitusi Negara Mana?

289

JAKARTA – Pernyataan yang Cagub DKI Jakarta Ahok saat sertijab di Balai Kota, pada Sabtu (11/2) lalu menimbulkan reaksi beberapa pihak. Ahok mengatakan, jika calon pemilih di DKI Jakarta memilih berdasarkan agama, maka melawan konstitusi.

“Bapak ibu tahu persis kenapa pilih A, kenapa pilih B, kenapa pilih C. Jadi karena kalau berdasarkan agama, itu juga saya enggak melarang. Kita bisa berdebat soal itu, karena soal itu saya disidang. Tapi dapat saya katakan bahwa Anda melawan konstitusi di NKRI jika milih orang berdasarkan agama,” kata Ahok.

Wakil Ketua DPR  Fahri Hamzah mempertanyakan pernyataan Ahok tersebut merupakan konstitusi negara mana. Karena menurutnya, tidak ada satu konstitusi pun di Indonesia yang dilanggar jika memilih pemimpin berdasarkan agama.

“Dia bilang memilih pemimpin karena alasan agama melanggar konstitusi. Coba cek. Kalau itu omongan Basuki, tanya dia itu konstitusi negara mana? karena di UUD 45 gak ada,” tegas politisi PKS ini di akun Twitter-nya.

Fahri menambahkan, pertanyaannya itu adalah cara merespon supaya Ahok sadar bahwa Ahok salah negara atau salah konstitusinya ataupun Ahok ingin memaksakan keyakinannya (pendapatnya). Fahri juga mempertanyakan konstitusi mana yang dilanggar jika calon pemilih memilih berdasarkan agamanya dan menilai Ahok menggunakan kesempatan pidato sertijabnya atau forum resmi Pemda DKI Jakarta tersebut sebagai kampanye terselubung.

Padahal seperti kita ketahui, UUD 1945 Pasal 29 ayat 2 telah menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu dan mewajibkan muslim memilih pemimpin muslim adalah sebuah ibadah yang diperintah Allah SWT pada Surat Al-Maidah ayat 51.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama