Fahira: Ancaman Terhadap Pancasila itu Ketimpangan Ekonomi

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota DPD RI, Fahira Idris menganggap saat ini terjadi salah kaprah dalam mengidentifikasikan ancamanan terhadap Pancasila. Ditandai dengan ‘getolnya’ kelompok tertentu yang melabeli kelompok lain yang berbeda pendapat sebagai radikal, tidak nasionalis dan antipancasila.

“Padahal, ketimpangan ekonomi yang menganga dan ketidakadilan sosial yang semakin meruncing adalah ancaman nyata bagi Pancasila dan negeri ini. Tetapi anehnya ancaman nyata ini dianggap angin lalu,” kata Fahira dalam keterangan tertulis yang diterima SERUJI, di Jakarta, Jumat (14/9).

Baca juga: Selesai ?

Menurut Senator asal Jakarta ini, jika di sebuah negeri terjadi ketimpangan luar biasa antara kaya dan miskin maka perbedaan sekecil apapun sangat berpotensi menjadi konflik dan perpecahan.

“Sebagai ideologi dan falsafah negara, sudah sepatutnya segenap rakyat bangga akan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Walau membumikan nilai-nilai Pancasila masih terus menjadi upaya yang terus berproses,” tuturnya.

Seluruh rakyat Indonesia, imbuh Fahira, sepenuhnya menyadari bahwa sejatinya Pancasila-lah yang mengikat hati individu-individu di negeri sehingga melihat perbedaan sebagai keniscayaan, bukan potensi konflik apalagi perpecahan.

Baca juga: Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden, Pemuda Pancasila Riau Ancam Segel Bandara

Fahira mengingatkan para pemimpin dan pengambil kebijakan, bahwa ketahanan Pancasila terus mendapat ujian. “Namun, saat ini terjadi salah kaprah mengidentifikasikan ancamanan terhadap Pancasila,” katanya.

Menurut Fahira, sila keadilan sosial dalam Pancasila memerintahkan pemegang tampuk kekuasaan, siapapun itu, untuk mengangkat derajat orang miskin. Jika orang miskin tidak diangkat derajat dan kesejahteraannya maka pasti melahirkan ketidakstabilan di masyarakat dan ini menjadi ancaman serius bagi negeri ini.

Baca juga: Setelah Pekanbaru, Pemuda Pancasila Surabaya Juga Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

“Contoh nyata saja, ketimpangan kepemilikan lahan karena penguasaan lahan oleh segelintir orang sudah melahirkan konflik agraria di banyak tempat. Semua ini terjadi karena ada ketidakadilan,” papar Anggota DPD RI DKI Jakarta yang mencalonkan diri kembali pada Pemilu 2019 ini.

Keadilan sosial, sambung Fahira, adalah akar persatuan Indonesia sebagai sebuah bangsa yang akan kuat dan menumbuhkan pohon-pohon ketahanan bangsa jika keadilan tersebut dirasakan rakyat. Itulah kenapa Pancasila ditutup dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (ARif R)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Inilah 4 Keuntungan Membeli Apartemen Tipe Studio

Tinggal di apartemen saat ini sudah menjadi gaya hidup. Lokasi yang strategis dan ditunjang dengan berbagai fasilitas kemudahan menyebabkan banyak masyarakat urban, khususnya para eksekutif muda tertarik untuk tinggal di hunian vertikal.

Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

Para aktivis dan jurnalis terus menggelar aksi solidaritas untuk mantan Pemred Banjarhits, Diananta Putera Sumedi yang disidang sebab menulis berita konflik lahan masyarakat adat versus perusahaan.

Masuki Masa Transisi New Normal, AMSI Jatim Keluarkan 7 Poin Imbauan

Mencermati perkembangan penyebaran Covid-19 di masa transisi New Normal yang semakin meningkat, AMSI Jawa Timur, mengeluarkan 7 poin imbauan.

CFD Kembali Ditiadakan, Fahira: Review dan Evaluasi Kunci Jakarta Kendalikan Covid-19

Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengapresiasi keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kembali meniadakan sementara kegiatan car free day (CFD).

Inilah 5 Kota Yang Jadi Incaran Calon Pembeli Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pandemi corona telah mengubah wajah bisnis tanah air, termasuk sektor properti. Jika dulu orang membeli rumah harus datang ke lokasi proyek, sekarang tidak lagi.

Senator DKI: Pasar Harus Jadi Area Paling Aman dari Penyebaran Corona

Pencegahan penyebaran corona di pasar termasuk pasar tradisional menjadi salah satu langkah strategis dan efektif untuk menahan laju dan menghentikan penularan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia

TERPOPULER