Fadli Zon Sebut Empat Keanehan Beras Impor Pemerintah

0
127
Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. (foto:Istimewa)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menilai rencana pemerintah untuk mengimpor beras sebesar 500 ribu ton pada akhir Januari 2018 hanya membuktikan kacaunya tata kelola pangan pemerintah, sekaligus menunjukkan rendahnya mutu data pangan yang selama ini mereka miliki.

“Saya melihat kebijakan impor beras ini sangat aneh. Pernyataan pemerintah tidak ada yang sinkron satu sama lain. Paling tidak ada empat keanehan yang saya catat,” kata Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, Ahad (14/1)

Pertama, kata dia, hingga saat ini Pemerintah masih mengklaim Januari 2018 ini kita mengalami surplus beras sebesar 329 ribu ton. Dengan mengacu data Biro Pusat Statistik (BPS), Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan sepanjang 2017 produksi beras mencapai 2,8 juta ton, sementara tingkat konsumsi kita sekitar 2,5 juta ton.

“Jika angka-angka ini benar, kita seharusnya memang surplus beras. Namun anehnya harga beras di pasar justru terus naik,” ujar Fadli Zon.

Kedua, lanjut dia, Pemerintah menyebut kelangkaan beras terjadi pada golongan beras medium, yang selama ini dikonsumsi oleh kalangan menengah, namun izin impor yang diterbitkan Kementerian Perdagangan malah untuk beras premium.

“Ini kan tidak nyambung. Yang dianggap masalah adanya di mana, tapi penyelesaiannya entah ke mana,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Keanehan ketiga, lanjut dia, pemerintah berdalih impor beras bulan ini untuk menstabilkan harga beras, artinya untuk keperluan umum.

Menurut dia, sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk Permendag No. 1/2018, yang disusun untuk melegitimasi impor beras ini, izin impor untuk keperluan umum hanya dapat dilakukan oleh Bulog.

“Silakan baca Pasal 16 Permendag No. 1/2018. Nah, ini Menteri Perdagangan malah memberikan izinnya ke perusahaan lain,” tandasnya.

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
KPU

KPU: Verifikasi Caleg Akan Diselesaikan Hari Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia menyatakan bakal menyelesaikan verifikasi administrasi calon anggota Legislatif (Caleg) DPR RI pada Sabtu (21/7) malam hari...

Gempa Sumbar Sebabkan 12 Rumah Rusak

AROSUKA, SERUJI.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, Sumatera Barat mencatat sebanyak 12 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala...
Gempa

Solok dan Dharmasraya Juga Rasakan Gempa Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter yang menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB juga dirasakan di Solok...

Masyarakat Berlarian ke Luar Rumah Saat Terjadi Gempa di Padang

PADANG, SERUJI.CO.ID- Gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) kembali menguncang kota Padang, Sumatera Barat pada Sabtu (21/7) pukul 14.58 WIB setelah sebelumnya kota itu...
gempa

Gempa Sumbar Tewaskan Satu Orang

PADANG, SERUJI.CO.ID - Seorang warga Lubuk Silasih, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, bernama Bustami (63) meninggal dunia akibat tertimpa bangunan rumahnya...