DPR: Produsen Makanan Berbahaya Harus Ditindak Tegas

0
21
Tahu berformalin (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Anggota Komisi IX DPR Imam Suroso meminta berbagai pihak terkait menindak lebih tegas peredaran makanan, yang mengandung zat berbahaya seperti formalin.

“Saya minta produsen dan pengedar yang menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) harus ditindak tegas. Jangan sampai rakyat diracun gara-gara mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kedaluwarsa maupun berpengawet,” kata Imam dalam rilis di Jakarta, Rabu (16/5).

Imam juga telah melakukan sidak ke Pasar Baru, Pati, Jawa Tengah, pada 11 Mei 2018 bersama-sama Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Semarang Endang Pujiwati.

Dalam kesempatan tersebut, politisi PDIP itu menekankan bahwa aktivitas seperti sidak ini perlu dilanjutkan apalagi mengingat menjelang Puasa dan Lebaran konsumsi makanan dan minuman akan meningkat tajam.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak masyarakat teliti sebelum membeli produk makanan dan elektronik guna mencegah peredaran barang berbahaya.

“Melalui peringatan Hari Konsumen Nasional tahun ini, kami sampaikan masyarakat lebih cerdas dan teliti sebelum membeli produk,” kata Enggartiasto usai menghadiri puncak peringatan Harkonas 2018 di Pangkalpinang, Selasa (24/4).

Ia mengatakan saat ini Indonesia menghadapi arus barang dari berbagai daerah dan negara yang tidak mungkin dihentikan.

Untuk itu, masyarakat harus cerdas memilih produk tersebut dengan mengetahui apakah barang tersebut sudah memiliki SNI. Seluruh penjelasan barang sudah berbahasa Indonesia dan ketentuan peredaran barang lainnya.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk memilih produk dalam negeri yang lebih berkualitas,” katanya.

Di sejumlah daerah memang sedang meningkatkan pengawasan, seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, Sulawesi Tenggara, yang meminta warga setempat untuk mewaspadai pangan berbahaya atau mengandung zat berbahaya selama Ramadhan.

“Sebagaimana biasanya, ketika Ramadhan maka akan tumbuh usaha penganan yang menjual berbagai takjil. Itu harus diwaspadai dari bahan yang digunakan seperti formalin,” kata Kepala BPOM Kendari, Leonard Duma, di Kendari, Selasa (15/5).

Ia mengaku akan meningkatkan intensitas pengawasan, untuk mencegah beredarnya makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya.

Sementara itu, Balai Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya, Kalteng, mengajak masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, lebih mengenali produk makanan dan obat-obatan yang bisa membahayakan kesehatan.

“Kami terus berupaya mengefektifkan pengawasan dan pemberdayaan masyarakat agar masyarakat mampu melindungi diri dari obat dan makanan yang tidak sesuai ketentuan dan membahayakan kesehatan,” kata Kepala Balai POM Palangka Raya Trikoranti Mustikawati di Sampit, Sabtu (5/5).

Trikoranti mengatakan, kegiatan itu merupakan upaya pengawasan obat dan makanan dengan lebih dulu menarget sektor hulu. Yakni, dengan memberi edukasi kepada masyarakat tentang produk makanan dan obat berbahaya sehingga masyarakat bisa lebih waspada. (Ant/SU02)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU