DPR Persilakan KPK Proses Hukum Peserta Pilkada Terindikasi Korupsi

1
39
Zainuddin Amali
Ketua DPP Partai Golkar Zainuddin Amali.

JAKARTA, SERUJI.CO.ID –¬†Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali mempersilakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjalankan tugas, pokok, dan fungsinya melakukan penyidikan dan penyelidikan terhadap calon kepala daerah peserta pilkada yang terindikasi korupsi namun harus objektif.

“Saya berpandangan silakan KPK menjalankan tupoksinya tanpa harus kita intervensi, tapi harus secara objektif,” kata Amali di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (13/3).

Dia menilai KPK memiliki tugas pemberantasan korupsi dalam situasi dan kondisi apapun sehingga mereka harus menjalankan tupoksinya tersebut.

Loading...

Menurut dia, pernyataan pemerintah berpendapat mengenai status hukum calon kepala daerah (cakada), yang meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunda pengumuman mengenai calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang menjadi tersangka kasus korupsi, dimaknai imbauan yang diperhatikan.

“Apa yang diimbau pemerintah itu diperhatikan namun kasusnya bukan dihentikan,” ujarnya.

Amali mengatakan Komisi II DPR pernah rapat konsultasi dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan namun ada fraksi yang tidak setuju apabila kasus cakada dihentikan sehingga tidak dicapai kata sepakat.

BACA JUGA: Wiranto Minta KPK Tunda Pengumuman Tersangka Calon Kepala Daerah

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menunda pengumuman mengenai calon kepala daerah dalam Pilkada 2018 yang menjadi tersangka kasus korupsi.

“Ditunda dahululah penyelidikannya, penyidikannya, dan pengajuan dia sebagai saksi dan sebagai tersangka,” kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/3).(Ant/SU03)

loading...

1 KOMENTAR

  1. Tidak usah ditunda terlebih dahulu, makin cepat makin baik, agar Indonesia bersih sebersih-bersihnya
    untuk apa mengamankan agar lolos pilkada atau mengamankan apa?
    bayangkan kalau ditunda apa tidak menambah biaya penyelidikan dan penyidikan?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

TERBARU