DPR Minta Pemerintah Perhatikan Stok Elpiji Jelang Lebaran

0
13
elpiji
Warga antre elpiji 3 kilogram. (ilustrasi)

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Pemerintah diharapkan benar-benar memperhatikan stok tabung elpiji tiga kilogram agar tidak terjadi kelangkaan menjelang lebaran atau momen penting lain.

“Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan hal ini sebaik-baiknya agar tidak terjadi kelangkaan mendekati hari raya Idul Fitri,” kata Anggota Komisi VII DPR Andi Yuliani Paris di Jakarta, Kamis (31/5).

Menurut dia, setiap tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan elpiji yang entah karena apakah barangnya benar-benar tidak ada atau karena distribusinya tidak tepat sasaran.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpendapat bahwa kelangkaan elpiji bersubsidi tersebut kerap menjadi hal yang kontroversial di tengah masyarakat.

Hal tersebut, lanjutnya, karena di tingkat penyalur pertama yaitu SPPBE Pertamina dinyatakan tidak pernah kekurangan stok, begitu pula di pangkalan besar.

Namun, yang mengherankan adalah di tengah masyarakat seperti di tingkat pangkalan atau penjual eceran ternyata ada yang terjadi kelangkaan.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan pemerintah terus memantau dan memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat dan pemudik cukup selama Ramadhan dan Idul Fitri 2018.

“Kami terus mendorong agar Pertamina dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam menyediakan BBM dan LPG sehingga masyarakat ataupun pemudik dapat terlayani dengan baik,” kata Rini.

Menteri BUMN mengungkapkan berbagai upaya dilakukan pemerintah terutama mendorong peran Pertamina dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi ke seluruh Indonesia, serta melayani kebutuhan BBM dan LPG bagi masyarakat khususnya bagi pemudik yang melintasi jalur pantai utara Jawa (Pantura).

Sebelumnya, Pertamina juga dilaporkan telah mengantisipasi puncak atau lonjakan kebutuhan LPG selama Ramadhan dan Lebaran 2018 sebesar 17 persen dari kondisi normal.

Vice President Gas Domestik Pertamina, Kusnendar, dalam konferensi pers di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Rabu (16/5), mengatakan Pertamina memproyeksi kenaikan permintaan LPG pada puncaknya terjadi pada H-7 Lebaran mencapai 27.000 metrik ton dari kondisi normal 23.124 metrik ton.

Kusnendar menjelaskan Pertamina pada masa Satgas Lebaran menambah stok dan penyaluran LPG sebanyak 4 persen dari kondisi normal 23.124 metrik ton menjadi 24.113 metrik ton.

Berkaca pada pengalaman tahun lalu, kenaikan permintaan elpiji rata-rata pada Ramadhan dan Lebaran mencapai 3 persen, namun sebagai antisipasi, Pertamina menambah pasokan sebesar 1 persen dari biasanya. (Ant/Su02)

loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA
Sohibul Iman - Sudirman Said

Sudirman: 27 Juni Akan Muncul Pemimpin Baru Yang Bekerja Keras untuk Rakyat

SEMARANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur nomor urut dua dalam Pilgub Jateng 2018, Sudirman Said, optimis akan lahir pemimpin baru di Jawa Tengah usai pencoblosan...
habib rizieq shihab

Miliki Pengaruh Besar, Tempatkan Habib Rizieq Sebagai Pemimpin Umat Saat Ini

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengungkapkan bahwa pengaruh Habib Rizieq Shihab sangat diperhitungkan jelang pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Hal itu,...

Terkait SP3 Kasus Habib Rizieq, Jokowi: Tidak Ada Intervensi Pemerintah

TANGERANG, SERUJI.CO.ID - Presiden Jokowi menegaskan bahwa tidak ada intervensi pemerintah dalam penerbitan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) kasus dugaan "chat" berkonten pornografi yang melibatkan...

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...