Demi Wujudkan Hakim Berkualitas, DPR Soroti Kinerja Komisi Yudisial

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Kinerja Komisi Yudisial (KY) penting untuk mewujudkan hakim yang berkualitas karena lembaga tersebut mempunyai kebijakan meningkatkan kualitas penyelenggaraan rekrutmen seleksi hakim dan mewujudkan kekuasaan kehakiman berkeadilan.

“Tapi faktanya, calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial dari segi kualitasnya, bobot keahlian hukumnya masih belum memenuhi harapan. Sangat jauh dari kriteria Komisi III DPR,” kata Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan dalam rilis, Sabtu (24/3).

Menurut dia, Komisi III DPR kerap disalahkan terhadap hakim agung yang dipilih oleh lembaga legislatif tersebut, padahal yang menyediakan para calon tersebut adalah Komisi Yudisial.

Politikus PDI Perjuangan itu juga mengkritik Komisi Yudisial yang terkesan tidak pro-aktif dalam mencari putra-putri terbaik bangsa sebagai calon hakim agung yang potensial.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali berharap kepada sebanyak 1.591 calon hakim yang akan mendapatkan pembekalan untuk senantiasa menjaga integritas.

“Integritas ini akan mengalami banyak ujian ketika menjadi hakim. Akan tetapi mereka yang selalu mendengarkan hati nuraninyalah yang banyak berhasil dalam ujian integritas ini,” kata Hatta Ali saat memberi sambutan dalam pembekalan CPNS calaon hakim di lingkungan MA Tahun 2018 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2).

Dalam acara pembekalan yang dihadiri oleh Presiden Jokowi ini, Hatta mengatakan periode magang sebagai calon hakim juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, mengasah ketrampilan dan memperluas wawasan.

“Pada masa ini hendaknya para calon hakim mulai membangun berbagai kompetensi pada diirinya, yaitu kepekaan terhadap dampak putusan, penguasaan atas formulasi putusan, kemampuan menganalisis masalah, kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi elsecara lisan, kemampuan mengutarakan pendapat secara tertulis, kemmapuan mengambil keputusan, rasa percaya diri, ketelitian dan disiplin,” katanya.

Ketua MA juga mengatakan dalam proses pembelajaran ini para calon hakim juga harus menunjukkan karakternya sebagai inovator pembaruan peradilan serta menjadi pribadi yang siap belajar dan berbagi pengetahuan dengan aparatur peradilan lainnya namun tetap rendah hati. (Ant/SU03)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Paman Donald dan Eyang Joe

Banyak yang usil menyamakan pilpres Amerika dengan Indonesia, termasuk kemungkinan Biden akan mengajak Trump bertemu di MRT dan menawarinya menjadi menteri pertahanan.

Berikut Berbagai Larangan Bagi Penasihat Investasi Yang Diatur dalam Keputusan BPPM

Penasihat Investasi dalam menjalankan kegiatannya harus bersikap hati–hati, dikarenakan terdapat larangan yang harus diperhatikan oleh Penasihat Investasi agar terhindar dari sanksi.

Sambut Festival Belanja Lajang 11.11, Ecovacs Robotics Beri Promo Diskon Hingga 55%

Perusahaan penyedia Robot Rumah Tangga, ECOVACS ROBOTICS, akan meberikan promos diskon besar-besaran hingga 55% untuk berbagai produk unggulan seperti DEEBOT OZMO T8 AIVI, DEEBOT OZMO T8, dan DEEBOT U2 PRO.

150 Ide Bisnis Terbaik Siap Bersaing dalam DSC XI

Program Initiator DSC XI, Edric Chandra mengungkapkan dii tengah kondisi perekonomian yang masih belum stabil lantaran pandemi COVID-19, semangat gerakan wirausaha justru diterima oleh DSC XI.

Kembali Terjadi, Ratusan Kader Militan PDIP Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

Kader yang tergabung dalam kelompok yang menamakan diri Banteng Ketaton tersebut mendeklarasikan dukungannya pada Ahad (8/11) kemarin di daerah Pandegiling yang dikenal sebagai jantungnya PDI Perjuangan di Surabaya.

Tekan Hoaks Selama Pilkada 2020, AMSI Gelar Cek Fakta di 16 Wilayah

Kegiatan Cek Fakta sebagai bentuk kontribusi AMSI kepada publik dengan memberikan informasi yang bermutu selama masa Pemilihan Kepala Daerah 2020 dan menekan hoaks (mis/disinformasi) yang berpotensi beredar selama berlangsungnya masa kampanye dan Debat Pilkada 2020.

TERPOPULER