Apresiasi Gubernur Anies, Fahira: Wali Kota/Bupati Harus Lebih Responsif

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja melantik lima Wali Kota baru se-Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu. Berbeda dengan daerah lain, Wali Kota dan Bupati di Jakarta diangkat dan diberhentikan langsung oleh gubernur sesuai dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta.

Anggota DPD RI Daerah Pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris menyambut baik perombakan organisasi di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya, memang sudah saatnya, Gubernur melakukan penyegaran organisasi agar lebih solid dan responsif menyelesaikan berbagai tantangan dan persoalan Jakarta saat ini.

“Walau tidak punya otonomi seperti di daerah lain, tetapi wewenang dan kebijakan administratif yang dimiliki wali kota dan bupati di Jakarta ini akan sangat efektif dan dirasakan dampaknya jika mereka lebih responsif. Responsif dalam menterjemahkan visi misi dan janji kerja Anies-Sandi dan responsif menangkap permasalahan di wilayahnya masing-masing serta memformulasikan solusinya. Jadi, posisi wali kota dan bupati di Jakarta ini cukup strategis,” ujar Fahira Idris di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, lewat keterangan tertulis yang diterima SERUJI, Sabtu (7/7).

Menurut Fahira, tindakan responsif baik dalam menterjemahkan janji kerja Anies-Sandi dalam berbagai kebijakan dan responsif menyelesaikan persoalan warga di wilayah masing-masing menjadi kunci keberhasilan para wali kota dan bupati yang baru saja dilantik.

“Pola dan karakter kepemimpinan Anies-Sandi kan mengedepankan dialog dan partisipatif. Jadi menurut saya, para wali kota dan bupati yang baru saja dilantik, tidak perlu sungkan atau ragu mengeluarkan ide-ide untuk kebaikan wilayahnya masing-masing. Saya yakin gubernur dan wakil gubernur sekarang lebih terbuka menerima berbagai ide-ide dari para pembantunya,” papar Ketua Komite III DPD RI ini.

Fahira juga mengucapkan selamat kepada para wali kota dan bupati yang telah resemi dilantik.

“Selamat mengemban amanah membantu mewujudkan Jakarta yang maju kotanya, bahagia warganya. Kesenjangan ekonomi dan sosial, lapangan pekerjaan, pendidikan, air bersih, sanitasi, kebersihan, sampah, penurunan muka tanah dan lingkungan menjadi tantangan besar kota yang kita cintai ini. Namun, dengan komitmen dalam bekerja dan berkarya para wali kota dan bupati yang baru saja dilantik, visi besar menjadikan Jakarta kota yang maju dan warganya bahagia bisa dirasakan seluruh warga Jakarta,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemarin (5/7) melantik lima wali kota baru se-Jakarta dan Bupati Kepulauan Seribu. Mereka yang dilantik adalah Bayu Meghantara sebagai Wali Kota Jakarta Pusat, Marullah menjadi Wali Kota Jakarta Selatan, dan M Anwar sebagai Wali Kota Jakarta Timur. Syamsudin Lologau dilantik sebagai Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi sebagai Wali Kota Jakarta Barat serta Husen Murad dilantik jadi Bupati Kepulauan Seribu. (Hrn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Diskursus Jernih DAS Citarum

Melalui seminar ini, BPK ingin berperan memperbaiki sungai sepanjang 300 kilometer yang didapuk oleh Bank Dunia sebagai sungai terkotor di dunia tersebut.

Mengenal Lebih Dekat Komisi Anti Korupsi Hongkong

Hubungan persahabatan antara KPK dan ICAC telah terjalin dengan baik selama dua tahun terakhir. Kerjasama kedua lembaga anti rasuah tersebut sebagian besar menyangkut peningkatan kapasitas KPK, terutama dibidang akuntansi forensik, pemulihan aset, dan tehnik investigasi.

Sambut Konferwil AMSI Jatim, Begini Pesan Kapolda Jawa Timur

"Saya terima kasih teman-teman dari AMSI, mudah-mudahan bisa mengawal suplai berita kepada masyarakat dalam koridor jurnalistik yang tetap menjaga objektifitas. Saya senang sekali bisa audiensi dan bersilaturahmi," kata Irjen Fadil di Mapolda Jatim

Hak Asuh Anak Dalam Perceraian

Retaknya perkawinan yang berujung perceraian sering kali mengakibatkan konflik perebutan hak asuh anak. Dalam artikel kali ini, Ruang Hukum akan menjelaskan tentang hak asuh anak sesuai perundangn yang berlaku dan prosesnya di Pengadilan jika terjadi perselisihan perebutan hak asuh anak. Selamat membaca.....

PR Mendikbud Nadiem: Jadikan Mapel Sejarah Penguat Pendidikan Karakter

Setelah sempat menjadi polemik panas, informasi yang yang menyebutkan mata pelajaran (mapel) Sejarah akan dihapus dari kurikulum sekolah sudah diklarifikasi langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim

Bahagia itu Tidak Bersyarat

Bahagia adalah kata yang tidak asing bagi kita semua. Bahagia merupakan impian semua orang yang hidup di dunia ini. Bahkan tidak hanya di dunia, di Akhirat pun kita mendambakannya. Setiap waktu kita berdoa untuk meraih kebahagian ini, sayang kita tidak pernah belajar bagaimana mencari, menggapai, menemukan kebahagiaan itu.

Diabetes Melitus: Mengingkari Diagnosis Dapat Berakibat Fatal

Bermacam reaksi pasien ketika pertama kali diberitahu bahwa mereka menderita diabetes melitus. Ada pasien yang dapat memerima dengan tenang, memahaminya, ada juga yang kecewa, stress, tidak percaya, marah, tidak menerimanya, atau bahkan mengingkarinya.

Innalillahi, Indonesia Kembali Berduka Mantan Mendiknas Prof Malik Fadjar Wafat

Indonesia kembali kehilangan putra  terbaiknya, hari ini, Senin (7/9), dengan wafatnya Prof Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional (2001-2004).

TERPOPULER

KUNTUM KHAIRA UMMATIN

Cerita Hamzah Izzulhaq, Pengusaha di Bidang Pendidikan Yang Sukses di Usia Muda

Meski terbilang sukses di usia muda, nyatanya perjuangan Hamzah Izzulhaq tidaklah mudah.