Anggota DPR RI dari Jawa Timur Ini Hadiri Pelantikan Didampingi 3 Istrinya

JAKARTA, SERUJI.CO.ID – Ada hal menarik saat acara pelantikan anggota DPR RI periode 2019-2024 di Gedung DPR/MPR Jakarta, pada Selasa (1/10) kemarin. Seorang anggota DPR yang ikut dilantik, berasal dari Dapil 3 Jawa Timur, hadir bersama tiga orang istrinya.

Lora Achmad Fadil Muzakki Syah, demikian nama Wakil Rakyat tersebut, yang berangkat dari partai NasDem pada Pilkada April 2019 lalu.

Dari foto pelantikan yang diunggah di instagram oleh akun @pondokpesantren_alqodiri terlihat Fadil diapit oleh 3 orang istrinya. Ketiga istrinya mengenakan busana seragam dengan warna biru, berhijab biru, serasi dengan Fadil yang mengenakan jas berdasi biru.

“Sukses Atas Terlantiknya Lora Achmad Fadil Muzakki Syah menjadi DPR RI Priode 2019-2024,” tulis akun @pondokpesantren_alqodiri sambil mengunggah foto Fadil dan tiga istrinya, elasa (1/10).

https://www.instagram.com/p/B3EkLnjDY3z/?utm_source=ig_web_copy_link

Fadil lolos ke Senayan setelah berhasil meraup 40.713 suara di Dapil Jatim III yang meliputi Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.

Dari penelusuran SERUJI, diketahui Fadil yang merupakan pengasuh Ponpes Al Qodiri Jember awalnya menikahi gadis cantik bernama Siti Aminah pada 1998. Sembilan tahun membina keluarga bersama perempuan asal Pasuruan itu, Lora Fadil terpikat dengan paras cantik gadis asal Bangsalsari, Jember, Yeni Kurnia.

Fadil menikahi Yeni yang saat itu masih kuliah di perguruan tinggi swasta pada tahun 2007. Kemudian, Fadil kembali menikah dengan janda cantik bernama Novita Kusumaningrum. Selanjutnya, Fadil hidup rukun dan tinggal serumah dengan ketiga istrinya.

Menjadi anggota DPR RI bukanlah hal pertama bagi pria kelahiran 21 Oktober 1979 ini. Ia juga pernah duduk sebagai wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada periode 2009-2014.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Reuni 212, Aksi Yang Berat Terasa Ringan

Aksi reuni 212 tahun 2018 ini bukan hanya dihadiri oleh kaum muslimin, tapi juga oleh pemuka lintas agama. Sebuah spirit yang sangat besar pengaruhnya untuk perubahan bangsa ke depan. Ini sebuah bukti lagi, bahwa umat islam bukan pecundang. Umat Islam bukan teroris pemecah belah bangsa, umat islam bukan anti kebhinnekaan .....

Umat Islam Harus Menangkan Pilpres dan Pileg

Mengingat betapa pentingnya momentum Pemilu 17 April 2019, maka umat Islam harus benar-benar berjuang dan mempunyai komitmen untuk dapat memenangkan pertarungan politik baik untuk Pilpres maupun Pileg yaitu memilih calon Paslon Presiden/Wapres serta Caleg yang didukung oleh Partai Politik yang memang punya komitmen berjuang dan keberpihakan untuk kepentingan Umat Islam dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER