Yogya Kisruh Pilkada, PDI-P Gugat ke MK

YOGYAKARTA – Kisruh Pilkada di Yogyakarta, membuat banyak kalangan ikut prihatin. Awalnya, kekisruhan berawal dari penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Yogyakarta. Dimana pasangan calon petahana, Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi, unggul sementara atas Imam Priyono Putranto-Achmad Fadli. Haryadi-Heroe unggul 50,30 persen suara dan Imam-Achmad memperoleh 49,70 persen suara.

Yogya pun jadi ramai konvoi. Pantuan SERUJI, ratusan kendaraan bermotor melakukan pawai dimana-mana, terutama yang menggunakan kostum merah. Jalan-jalan ditengah kota Yogyakarta penuh motor pawai massa itu, konvoi-konvoi itu dikhawatirkan akan menyebabkan gesekan antar warga.

Gubernur DI Yogyakarta,  Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong polemik terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Kota Yogyakarta diselesaikan melalui jalur hukum yakni melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sebaiknya lanjut ke proses hukum ke MK saja, semua pasangan calon kan punya hak lapor (ke MK), asalkan punya dasar rasional,” ujar Sultan.

Usulan Sultan ternyata didengar.  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berencana menggugat hasil Pilkada Kota Yogyakarta ke Mahkamah Konstitusi. PDIP menuding ada manipulasi dalam rekapitulasi suara, sehingga calon mereka, Imam Priyono Putranto dan Achmad Fadli kalah dalam pilkada itu.

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto,  menegaskan, fakta-fakta di lapangan ada penyalahgunaan surat keterangan.

“Ada upaya menghalang-halangi warga tertentu, terutama simpatisan pasangan calon Imam Priyono Putranto-Achmad Fadli, untuk menggunakan hak pilihnya. Selain itu, ada pula dugaan praktik politik uang (money politic) dalam pilkada tersebut, ,” tegas Sekretaris Jenderal PDIP, di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (26/2)

EDITOR: Yus Arza/Harun S

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Kalimantan, Tumpuan Indonesia ke Depan

Kalau ada orang orang memandang remeh Kalimantan, saya pastikan yang bersangkutan kurang banyak piknik di dalam negeri

Kolaborasi Jadi Kunci Perangi Disinformasi dalam Konten Digital

Asosiasi Media Siber Indonesia Jawa Timur (AMSI) Jatim berkolaborasi dengan Polda Jawa Timur, Pemprov Jatim dan Kodam V/Brawijaya berupaya bersama-sama memerangi hoaks melalui stakeholders meeting

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

TERPOPULER