Terlibat Politik, Bawaslu Adukan 19 ASN

0
59

KUPANG, SERUJI.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengadukan 19 Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Komisi ASN karena diduga terlibat dalam kegiatan politik praktis di daerah itu.

Para ASN itu berasal dari tiga kabupaten di NTT yakni Kabupaten Sumba Timur, Manggarai dan Sikka, kata Koordinator Devisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT, Jemris Fointuna di Kupang, Selasa (13/2).

Dia mengemukakan hal itu, disela penarikan nomor urut pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT, terkait dugaan keterlibatan ASN dalam pilkada serentak daerah itu tahun 2018.

Loading...

“Sementara ini kami sudah laporkan 19 Aparatur Sipil (ASN) di Kabupaten Sumba Timur, Manggarai dan Sikka yang diduga terlibat politik praktis untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Dia mengatakan, para ASN ini terlibat politik praktis pada Pilgub dan pilkada kabupaten dengan melakukan aktifitas atau kegiatan yang berpihak pada calon tertentu tertentu.

“Rekomendasi sudah dikirim oleh Panwas Sumba Timur, Sikka dan Ruteng ke Komisi ASN,” katanya tanpa menyebut identitas para ASN itu.

Rekomendasi yang sama diteruskan ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), kata Jemris Fointuna.

Dia juga mengingatkan seluruh ASN di provinsi berbasis kepulauan itu untuk tetap netral dan tidak melakukan aktivitas politik untuk mendukung pasangan calon tertentu.

Jika masih ada ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis, maka Bawaslu akan memberikan tindakan tegas.

“Saya kira, semua ASN sudah tahu apa resikonya jika terlibat dalam politik praktis. Semua sudah diatur dalam tata aturan,” kata Jemris Fointuna menambahkan. (Ant/SU02)

Langganan berita lewat Telegram
loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BERITA PILIHAN

TERBARU