Sepakat Kampanye Damai, Tiga Paslon Pilwalkot Bandung Lepas Merpati

0
16
Paslon Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Kota Bandung

BANDUNG, SERUJI.CO.ID – Tiga pasangan calon yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung sepakat untuk mengedepankan kampanye damai dan menghindari penggunaan ujaran kebencian.

Kesepatakan ini dituangkan dalam bentuk penandatanganan artefak serta pelepasan burung merpati saat deklarasi kampanye damai di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (15/2).

Dalam deklarasi tersebut hadir seluruh pasangan calon yakni Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat, Yossi Irianto-Aries Supriatna, dan Oded M. Danial-Yana Mulyana.

Kandidat dengan nomor urut satu, Nurul Arifin mengatakan, sesuai dengan slogan harmonisnya, ia berharap semua pihak memaknai kampanye damai ini menjadi pengingat bahwa Pilwalkot Bandung 2018 tidak akan memuat isu SARA, kampanye hitam, atau bahkan saling serang “Damai berarti tidak menjelekan, tidak kampanye negatif, tidak menggunakan isu sara, ke depannya tidak dengan isu sara,” ujar Nurul Arifin saat memberikan sambutannya.

Senada dengan Nurul, calon nomor urut dua, Yossi Irianto, pun ingin menjadikan Pilwalkot Bandung ini sebagai ajang kompetisi yang mengedukasi bukan sebagai alat untuk saling menjatuhkan pihak lain.

“Komitmen Bandung kondusif adalah yang utama. Bandung harus hebat karena Bandung punya kualitas. Sebagai warga menjaga kondusifitas, menjaga kelancaran untuk proses demokrasi. Edukasi politik lebih penting,” kata dia.

Sementara nomor urut tiga, Oded M. Danial mengajak untuk berkampanye damai demi terciptanya Bandung yang hangat dan bersahabat.

“Saya ucapkan apresiasi terimakasih yang bersama hadir dalam pelaksanaan kampanye damai. Saya dan kang Yana dan tim Oya kita sepakat dan setuju untuk meneruskan Bandung Juara,” kata Oded.

Usai deklarasi ini, seluruh pasangan berkonvoi mengelilingi Kota Bandung dengan menggunakan mobil Land Rover serta Bandros yang diperuntukan bagi para pendukung.

Meski di bawah guyuran hujan, mereka tetap antusias dan menyapa masyarakat yang ada di jalur-jalur yang dilewati rombongan kampanye. (Ant/SU02)

Komentar

BACA JUGA
Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Harap Polisi Usut Tuntas Kasus Kekerasan Pada Ulama

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Terkait kasus penganiyaan terhadap ulama atau tokoh agama, Khofifah Indar Parawansa menyesalkan hal itu dan berharap pihak berwenang dapat mengusut tuntas...

Ini Tiga Hal Yang Dibahas Dalam Rapat Rektor Kampus Negeri se-Jatim

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Rektor kampus negeri se-Jawa Timur berkumpul di UIN Sunan Ampel Surabaya, Selasa (20/2), untuk membahas perkembangan terakhir SNMPTN 2018, masalah penomoran...
IAIN Langsa

Rektor IAIN Langsa: Negara dan Presidennya Sama, Tapi Kenapa Kenyataan Sosialnya Beda

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID – Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA mengatakan masyarakat Indonesia belum merasakan kehidupan atau kenyataan sosial...

Jika Menang Pilgub, Puti Guntur Janjikan Pendidikan Gratis

MALANG, SERUJI.CO.ID - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno saat ini tengah fokus mengampanyekan berbagai program untuk...
Puti ke Gereja

Kunjungi Keuskupan Gereja Katolik, Puti Guntur Sampaikan Komitmen Kebangsaan

SURABAYA, SERUJI.CO.ID - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno berkunjung ke Gereja Katolik Keuskupan Kota Malang, Selasa (20/2). Turut mendampingi Sekretaris DPD PDIP...
loading...
IMG_20180220_212008

Pasukan Dayak dan Banser Sepakat Bertemu, Ada Apa..?

Kotawaringin Barat - Sejumlah anggota Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) , anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) serta anggota Aliansi Pemuda Dayak (APD) Kabupaten...
20180215_133823

SMA Negeri 1 Merbau Melakukan Aksi Hari Hijab Massal

Para siswa perempuan berbaris dengan rapi di Jalan DI. Panjaitan, sambil senyum-senyum siswa-siswa perempuan SMA Negeri 1 Merbau pawai hijab massal. Dengan membawa spanduk...
019786100_1439819451-ilustrasi-penghinaan-1

Hukum Menghina Bagi Muslim, Masihkah Perlu KUHP?

Undang-undang masalah penghinaan pada presiden/pejabat negara dan wakil rakyat menjadi pembahasan yang sangat menarik di masyarakat. Bahkan menjadi kerancuan manakah antara hinaan dan kritikan....