Rapat Pleno KPU Banten: WH-Andika Menang, Saksi Rano-Embay Walk Out

3
202
Ratusan pendukung Rano-Embay melakukan unjuk rasa di luar hotel, saat pengumuman hasil Rekapitulasi Pilkada Banten 2017. (Foto: SERUJI/Syahrul)

CILEGON – Rapat Pleno KPU Banten digelar di The Royale Krakatau Hotel Cilegon, Minggu (26/2) yang dimulai pukul 10.30 WIB. Hasilnya paslon nomor 1 WH-Andika unggul dengan raihan 2 411.340 suara. Sedangkan pesaingnya, paslon nomor 2 mendapat 2.321.498 suara atau selisih 89.842 suara (1,89 persen).

Proses jalannya Rapat Pleno KPU Banten cukup alot. Pasalnya, saksi Rano-Embay menolak hasil pemungutan suara di Kota Tangerang. Di kota tersebut paslon ini kalah telak atas pesaingnya dan juga di Kabupaten Serang. Ratusan pendukung Rano-Embay juga melakukan unjuk rasa di luar hotel.

“Kami walk out. Sebenarnya untuk Kota Tangerang sederhana, kita minta kebenaran material. Kita lihat suket (surat keterangan) yang dikeluarkan totalnya 28 ribu, tapi di delapan kecamatan ada kelebihan 16 ribu. Kami tadi baik-baik minta kotak suara dibuka lihat C1, simpel cek,” tegas Donny Istiqomah, saksi dari pasangan Rano-Embay kepada wartawan.

Sementara itu, di Kabupaten Serang, saksi Rano-Embay menuding adanya money
politic. “Kami menolak rekapitulasi di KPU Kabupaten Serang, kecuali di rapat pleno ini (diputuskan) dilakukan pemungutan ulang. Kami akan melapor ke Bawaslu provinsi terkait urusan pembatalan hasil terkait money politic, sambil mengikuti hasil pemeriksaan di Serang,” tambah Donny.

Donny menambahkan, pihaknya akan menggugat kasus ini ke MK, Bawaslu Banten, dan juga kemungkinan ke DKPP kalau ada pelanggaran kode etik sebelum atau saat sidang pleno.

Menanggapi tudingan adanya dugaan money politic di Ciruas, saksi WH-Andika, Ramdhan Alamsyah mengatakan, itu bisa saja dibuat oleh lawannya karena mudah untuk membuat stiker dan meminta jangan ada intervensi terhadap proses di kepolisian.

Ketua Bawaslu mengharapkan kedua belah pihak agar menghormati proses penyidikan. “Biarkan Panwaslu Kabupaten Serang bekerja. Peristiwa hukumnya ada. Apakah nanti terbukti atau tidak, bukan di sini yang memutuskan. Kita hormati proses penyidikan di Gakumdu,” ujar Pramono U Tantowi, untuk menengahi perdebatan kedua pihak saksi paslon.

Sedangkan Ketua KPU Banten menunggu hasil MK jika ada gugatan pihak paslon yang keberatan dengan hasil Pilgub Banten 2017 ini. “KPU Banten menunggu keputusan MK terkait keputusan rapat pleno ini. Penetapan pemenangnya belum, nanti setelah menunggu MK apakah ada gugatan atau tidak,” kata Agus Supriyatna.

EDITOR: Rizky

loading...

3 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

BACA JUGA

Kemendagri Dukung Ketegasan Kapolri Menjaga Netralitas Polri di Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kementerian Dalam Negeri menyatakan mendukung ketegasan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dalam menjaga netralitas Pilkada di Maluku. "Tentu kami 'respect' dan mendukung atas...

Bantah Karena Ketidaknetralan, Polri Enggan Jelaskan Alasan Mutasi Wakapolda Maluku

JAKARTA, SERUJI.CO.ID - Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto membantah mutasi jabatan Brigjen Pol Hasanuddin sebagai Wakapolda Maluku akibat ketidaknetralan Hasanuddin dalam mengawal pelaksanaan Pemilihan...

Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Langsa Pimpin Apel Bersama

KOTA LANGSA, SERUJI.CO.ID  - Hari pertama masuk kerja setelah libur Idul Fitri, Wali Kota Langsa Tgk. Usman Abdullah memimpin apel bersama dalam rangka halal...

Hari Pertama Masuk Kerja, 100 PNS Malah Bolos

MAKASSAR, SERUJI.CO.ID - Sebanyak 100 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar pada hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran 2018 dinyatakan absen. "Dari...

Akhirnya Basarnas Temukan Pendaki Gunung Gamalama yang Hilang

TERNATE, SERUJI.CO.ID - Tim Basarnas Ternate, Maluku Utara (Malut), bersama warga Moya akhirnya berhasil menemukan seorang mahasiswi STIKIP Ternate bernama Rahmi Kadis (21 tahun) dinyatakan...