Tim Pemenangan Rano-Embay Tuntut Pemungutan Suara Ulang di Kota Tangerang

110
Tim Pemenangan menduga ada kecurangan di Kota Tangerang. (foto @h.ranokarno)

TANGERANG – Berdasarkan penghitungan cepat KPU Banten yang dirilis website KPU RI, Wahidin Halim – Andika Hazrumy unggul tipis atas Rano Karno – Embay Mulya Syarief. Meski itu bukan hasil resmi, Tim Pemenangan Rano-Embay menuntut Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Tangerang. Itu karena ada kecurangan dalam bentuk Surat Keterangan palsu pengganti e-KTP, penambahan surat suara palsu, dan penggelembungan suara.

“Bukti-bukti sudah kami kumpulkan. Pendapat kami, telah memenuhi unsur terstruktur, sistematis, dan masif. Kemungkinan kami lakukan legal action penolakan berita acara penghitungan suara di Kota Tangerang,” ujar Ahmad Basarah, Ketua Tim Pemenangan Rano-Embay di Tangerang, Jumat (17/2).

Basarah menambahkan, pihaknya mengaku Rano-Embay hanya kalah di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang. Tetapi jumlah suara kekalahan di Kota Tangerang yang spektakuler menjadi penyebab kekalahan Rano-Embay secara keseluruhan dalam Pilgub Banten 2017.

Sirra Prayuna, Tim Kuasa Hukum Rano-Embay, akan membawa masalah ini ke Bawaslu. “Ribuan bukti pelanggaran kami temukan. Kami menemukan Surat Keterangan palsu, angka kejanggalan jumlah pemilih, undangan atau C6 palsu, C1 palsu, dan penggelembungan suara.”

Berdasarkan penghitungan cepat KPU Banten yang dirilis website resmi KPU RI, WH – Andika mendapat 50,92% dan Rano–Embay 49,08 suara. Hingga berita ini diturunkan, suara masuk 99,79% TPS. Rano-Embay unggul di Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangsel, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Tangerang. WH-Andika unggul mutlak di Kota Tangerang dan Kabupaten Serang.

Kadisdukcapil Kota Tangerang, Erlan Rusnarlan membantah adanya Surat Keterangan yang dikeluarkan untuk kepentingan Pilgub. Dirinya menepis anggapan Surat Keterangan tidak untuk kepentingan Pilgub, melainkan juga pengganti e-KTP warga yang belum keluar setelah perekaman akibat kosongnya blanko.

Sementara itu, direncanakan PSU pada Minggu (19/2) di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, dengan jumlah suara 7000-an. Ini akibat ditemukannya kotak suara 15 TPS tidak terkunci KPPS saat diserahkan dengan alasan takut kehujanan. “Waktu diserahkan, kotak suaranya tidak terkunci. Itu pelanggaran,” ungkap Zaki Fuadi, Panwaslu Kabupaten Tangerang.

KPU Kabupaten Tangerang memilih Miuggu dengan alasan hari libur. “Kami akan usahakan PSU dilakukan Minggu. PSU dilakukan pada hari libur supaya masyarakat lebih antusias menggunakan hak pilihnya,” ujar Ali Zaenal Abidin.

EDITOR: Omar Ballaz

loading...

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama