Pengamat: Pilkada Bekasi Ajang Perebutan PKS, Golkar dan PDIP

JAKARTA – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Pemilihan Kepala Daerah Kota Bekasi pada 2018 akan menjadi ajang rebutan tiga partai politik yakni PKS, Partai Golkar dan PDIP.

“Melihat konstelasi partai-partai yang akan maju dalam Pilkada Kota Bekasi 2018, koalisi PKS-Gerindra berpeluang mengimbangi koalisi Golkar dan bahkan besar kemungkinan akan menang,” katanya di Jakarta, Senin (21/8).

Menurut dia, berkaca dari Pileg Kota Bekasi 2014, tiga partai terbesarnya adalah PDIP, Golkar, dan PKS, yang ketiganya akan berebut posisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2018.

Untuk calon-calonnya, Hendri mengatakan sudah terlihat seperti Partai Golkar yang kemungkinan mengusung petahana Rahmat Effendi, PDIP ada mantan petahana Mochtar Mohamad, dan PKS akan mengajukan Hery Koswara.

“Sekarang para calon tersebut sedang berebut tiket di masing-masing partainya,” ujarnya.

Hendri menambahkan, apalagi bila mengambil momentum Pilkada DKI Jakarta, kemungkinan PKS yang berkoalisi dengan Partai Gerindra mempunyai peluang sangat bagus untuk menang mengingat posisi Bekasi yang dekat dengan Jakarta.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukan nama

ARTIKEL TERBARU

Gus Ipul Mentransformasi Kota Pasuruan Menuju Smart City

Pemerintah cerdas adalah pemerintah yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakat secara lebih cepat, lebih murah sekaligus lebih terukur. Dinamika perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap pelayanan.

E-Sambat, Cara Gus Ipul Manfaatkan Teknologi Digital untuk Layani Warga Kota Pasuruan

Program Smart City atau Kota Cerdas membuat kerja pemerintah menjadi lebih efisien, termasuk dengan cepat dapat merespon berbagai keluhan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Pasuruan dengan aplikasi e-Sambat.

Smart City di Surabaya Bukan Sekadar Urusan Aplikasi

Ada enam faktor pendukung terciptanya smart city di Kota Surabaya, Jawa Timur. Program ini bukan sekadar urusan aplikasi, namun juga untuk memberdayakan UMKM.

Terinspirasi Jack Ma, Khofifah Dorong UMKM Masuk ke Dunia Digital

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sejak awal berupaya agar usaha mikro kecil menengah diberikan peluang melalui digitalisasi sistem. Ia terinspirasi Jack Ma, pemilik Alibaba Group, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok.

Ketum AMSI: Kebutuhan Publik Zaman Now Bukan Hanya Hard News

Media massa digital atau dalam jaringan sudah harus mulai meninggalkan pola pikir konservatif dan konvensional. Masyarakat tak hanya butuh berita keras (hard news), tapi juga informasi keseharian.

Target Pemerintah: 6,1 Juta UMKM On Boarding Setiap Tahun

Usaha mikro kecil menengah di daerah membutuhkan teknologi digital untuk berkembang di era pandemi.

TERPOPULER

Tiga Budaya Sunda yang Unik, Nomer 1 Sudah Jarang Ditemukan

Semua tradisi dan budaya di Indonesia unik dan mempunyai ciri khas tersendiri. Tak ketinggalan juga budaya Sunda dan segala tradisi yang dijalankan.

Tentang Korupsi Sektor Publik

Sebenarnya fenomena korupsi sektor publik terjadi di hampir semua Negara. Bukan hanya di Indonesia yang masuk dalam kategori negara yang belum mapan secara ekonomi. Namun korupsi sektor publikpun terjadi di negara yang sangat mapan perekonomiannya seperti Saudi Arabia.